![]() |
|||||||||||||||||||||||
![]() About Me
![]()
Bunda Zidan & Syifa
View my complete profile
Previous Posts
Archives
Little Break
My Idol 2006
![]() Little Chat
Credits
Design by :![]() Community
![]() |
Friday, September 30, 2005
Happy Children's Day & Barongko
![]() Pulang sekolah, Zidan udah pake tas baru, warna biru. "Lho itu tas siapa Bang?" "From teacher Jehan, Mom." "Oya? Did you say thanks to her?" "Yes." ![]() Hari ini sedianya ada undangan makan siang di rumah Tante Hany di Braddell. Bunda udah siap2 mau pergi, Syifa juga sudah pake baju rapi, sambil nunggu Zidan pulang eh Syifa malah bobo! Ya udah, nunggu Syifa bangun dulu deh, eh Syifa belum bangun, Zidan yang gantian tidur! Aduuuh, alamat gak jadi deh makan Soto Betawi ama Pisang Molennya. Huhuhhuhuhu... Tapi di luar juga udah gelaaaaap banget, nggak lama terus hujan guedeee, plues petir2 segede bagong. Walah!! ![]() Thursday, September 29, 2005
Like parents like children..
Semalam, kira2 jam 1 malam, Zidan yang sudah tidur tau2 terbangun lagi sambil nangis tersedu2. Bunda kaget, karena belum pulas bener tidurnya Bunda langsung hampiri Zidan.
"Kenapa Nak? Abang mimpi ya?" "Bundaaaa..." Zidan langsung peluk Bunda eraat banget sambil nangis. "Bunda jangan mati ya Bun. Abang masih perlu Bunda." "Eeeh, Abang mimpi ya?" "Nggak, Abang nggak mimpi. Abang takut kehilangan Bunda. Abang masih butuh Bunda" "Cep..cep.. udah jangan nangis. Sini, bobo sama Bunda ya." Zidan baring lagi di samping Bunda, tangan Bunda dipegang terus. Seperti takut kehilangan. Duh, Bunda jadi terharu... Ah, kalau udah ngomongin anak2 emang gak akan ada habisnya ya. Bunda jadi inget, dulu, waktu Zidan umur setahun lebih belum bisa bicara, wah Bunda cukup khawatir, padahal Bunda udah cerewet begini, kok Zidan anteng2 aja ya. Temen2 Bunda support Bunda sambil bilang, "Tenang aja, kalau sudah saatnya ntar juga gak bisa berhenti..." Eh, bener lho. Habis ultah ke2, Zidan langsung lancar bicara, wah sampe sekarang gak bisa berhenti. Wong lagi tidur aja suka ngigo! Ngoceh sendiri. Hihihi... kayak siapa ya yang suka ngigo? *yangjelasbukanBundalho* ![]() Bunda panggil dua2nya, "Azzaydan! Syauqia! Ayoo, tiduur..." Eh Syifa langsung keluar dari selimutnya. Berdiri sambil teriak ke abangnya, "Abang Zidan! Kokiya! Tiduu! " telunjuknya gak ketinggalan goyang-goyang. Hahaha.. gayanya itu lho! Bunda banget. ![]() Wednesday, September 28, 2005
Ulah Syifa
Karena udah sembuh, Zidan hari ini udah sekolah lagi. Syifa masih bobo. Sip paling nggak, sampe 1-2 jam ke depan Bunda bisa ngerjain urusan rumah tanpa gangguan anak2. Mulai dari bersih2 dalam rumah, sampe ke dapur. Nyiapin masakan untuk hari ini, liat2 isi kulkas.. hmmmm.. kok tiba2 pengen Lontong Opor ya? Tapi ini ada tahu dan cumi juga. Enaknya diapain ya.. Ya udah, Bunda bikin Tahu Goreng Telur sama Cumi Saus Padang. Lontong Opornya ya tetep jadi. Cukup deh buat hari ini.
![]() ![]() Lagi asyik2 nguplek di dapur, bikin lontong dan kawan2nya itu, tau2 Syifa manggil.. "Bundaaaaaaa.... Bundaaaa.." sambil celingukan kanan kiri nyari2 Bunda. "Iya, Naaak.. Bunda di dapur.." Dia langsung nyamperin ke dapur, senyum2 sok imut gitu, sambil bilang "yamyikuuum..." (assalamu'alaikum-red) "waalaikumsalam Cantik, laper ya?" "Iya. Iya." "Mau makan apa?" "Rokiii. Kokaa." "Roti coklat? OK deh bentar ya.." Syifa nungguin sambil pegang bonekanya. Pas Bunda kasih, dia langsung kasih senyum, sambil bilang.. "Teku Bunda.." (thank you, Bunda-red) "You're welcome Sayang, sekarang makannya sambil nonton TV ya, Bunda beresin ini dulu, abis itu Syifa mandi, OK?" "OK, Nda." Nah gitu deh, Syifa sekarang. Ngomong dan ekspresinya udah banyak. Udah bisa protes. Udah bisa unjuk rasa juga. Tapi ulahnya juga udah mulai macem2. Kadang2 Bunda sampe speechless gak ngerti mesti ngomong apa, gak tau mesti gimana. Kayak siang ini, habis suapin mereka berdua, Bunda ke dapur lagi, siapin buat selai nanas untuk isi nastar. Zidan bobo siang di kamar. Tapi Syifa hilang. Gak ada! ![]() Gak lama kemudian,.. "Bunda.. mimiiiik... Mimik, Nda." Tangannya menggapai-gapai keluar, minta susu. Sambil manggil2 Bunda tanpa usaha untuk keluar dari keranjang itu. "Oalaaah, anak Bunda udah bangun ya?" Dia cuma cengengesan. Hihihi. Syifa.. Syifa.. ![]() ![]() Tuesday, September 27, 2005
Zidan bolos & Brownies+Puding
Hari ini Zidan nggak sekolah, semalaman dia batuk, ya udah bolos deh sehari. Zidan sakit bukan berarti Bunda bisa duduk tenang lho. Karena kalau berasa enak sedikit, langsung deh itu lari2 dan loncat2 lagi. Pokoknya kayak nggak sakit deh,..
Pas habis makan siang, Zidan bilang pengen makan yang enak2. "Apa ya Bun?" "Ya udah, Abang mau apa?" "Nutrijel ada nggak Bun?" "Adanya agar2, mau dibikinin?" "Boleh deh." Ya udah, Bunda nguplek deh di dapur. Bikin agar2 buah untuk Zidan. Eh tau2 Syifa nongol, tarik2 baju Bunda. "Kakak mau apa?" "Nda, bowu koka." "Bolu coklat?" "Iya. Mau. Koka." "Ya udah, ntar Bunda bikin juga deh. Sekarang nonton TV aja sama Abang ya." Terus Syifa ngeloyor lagi deh ke ruang TV. Ya gitu deh, sekarang nggak cuma Zidan yang bisa minta dibuatin sesuatu. Syifa juga udah mulai, dan udah bisa milih. Hehehe. Sejam kemudian.. ![]() ![]() Anak2 langsung nyerbu Bunda. Piring pun langsung licin tandas. Alhamdulillah, siapa yang nggak seneng kalau begini? Sambil makan, Zidan tanya2 ke Bunda.. "Bun, orang2 di Singapur ini Allah yang buat ya?" "Iya, Nak.." "Yang di Indonesia juga?" "Iya." "Yang di Amerika juga?" "Iya, semuanya. Seisi dunia Allah yang buat. Seluruh alam semesta juga ciptaan Allah." "Wah hebat banget ya Allah." Zidan berdecak kagum. "Sebesar apa sih Allah itu Bun?" "Allah itu Maha Besar, Nak." "Jadi bueeesaaaar sekali? Tapi kenapa nggak bisa diliat?" "Iya karena Allah itu ghaib." "Kayak hantu dong." "Iya ghaib juga, tapi hantu itu juga ciptaan Allah." "Kalau kue ini?" "Nah kue ini buatan Bunda, tapi Bunda kan ciptaan Allah." "Oh iya ya.." Zidan terkekeh-kekeh.
BacaSutra: Test Pack
![]() Itu buku panduan kehamilan? Emang hamil lagi, Teh? Test Pack apaan seh? Gitu tuh sebagian komentar temen2 Bunda tentang novel yang satu ini. Novel keduanya Ninit. Jadi begitu Ninit launch di milis kalau bukunya udah terbit, Bunda langsung toel2 inibuku.com, karena di list buku baru mereka belum ada, Bunda 'paksa' mereka untuk cari. Alhamdulillah mereka mau langsung pesen ke GagasMedia, jadi novel ini sekarang udah ada di tangan Bunda dan kelar dibaca dalam waktu 1 jam saja! -duhitujugapakerebutanbukusamasikakak- Komen Bunda: 1. Niniiit.. lain kali ditebelin dong bukunya, kayak Harry Potter gitu kek. *wink* 2. Lucu, seru, and.. happy ending! Emang, buku ini Ninit banget deh! Bisa diliat dari nama tokoh2nya : Dr. Peni. S (Hallo Uwa Peni, punten nya..) dan Dr. S. Perma (yang ini gak tau deh ada aslinya apa nggak, Nit?) yang bikin Bunda ketiwi2 terus. Jadi penasaran, ini cerita nyata bukan ya? *blink2* Soalnya ada beberapa paragraf yang *taubangetdehgue* cerita beneran antara Adit dan Ninit. Hehehe. Ya kan Nit? Thanks ya udah ngaku sambil malu2. Bab terakhir Bunda selesaiin sambil ngelonin Syifa, jadi dengan sinar lampu yang remang2, dipaksa2in deh abis penasaran! Begitu kelar, ugh gak sabar jadinya nunggu novel Ninit berikutnya, kapan naik cetak Nit? Hihihi... ![]() Monday, September 26, 2005
Doa Zidan : "Please understand me."
![]() "Ya Allah, sembuhkan batuk aku, biar aku bisa minum es krim dan JustTea (merk lemontea-red) lagi. Terus kasih rezeki yang banyak untuk Ayah aku, biar aku dibeliin mainan dan baju baru sama Bunda aku lagi. Ya Allah aku seneng deh di sekolah yang baru, karena teachernya juga baik banget sama aku. Please Ya Allah, please understand me. Amin." Aduh Abang, gaya euy, doanya pake bahasa Inggris juga. Hehehe. Hari ini batuknya Zidan tambah sering, susah banget sih nyuruh dia berhenti minum dingin. Kalau udah begini ya cape sendiri jadinya. Untungnya dia gak susah disuruh minum obat. Oya tadi ada pengumuman dari sekolah, kalau sekarang di Singapore mulai mewabah penyakit HFMD lagi, jadi semua anak2 disuruh siaga 1, hehehe, maksudnya orangtuanya mesti jaga2 lebih ketat lagi. Zidan juga cerita tadi di sekolah semua murid dicek tangan, kaki dan mulutnya. Ya Allah, beri kami kesabaran yang luas. Kabar dari Jakarta yang terkena wabah flu burung, korban semakin banyak. Ayam pelungnya Ummi 'terpaksa' diberikan ke tukang sayur langganan Ummi untuk dieksekusi, karena di kompleks kami sudah dihimbau untuk tidak memelihara unggas. Wah si Beo tetangga sebelah diapain ya? Kasian juga kalau mesti dieksekusi. Secara tu Beo lucu banget ngocehnya. ![]() Saturday, September 24, 2005
Malam Minggu with PrataKids
Setelah cape jalan2 sesiangan tadi, kami putuskan malming ini dilewatkan di rumah saja. Tapi berhubung Zidan lagi ngidam banged sama chizrata, jadi ba'da magrib Bunda sama Zidan meluncur ke Alif Resto untuk pesan prata.
Pssst.. si abang tukang chizprata sampe udah kenal getoh sama Bunda, dosq langsung bilang, "Chizprata? How many?" begitu ngeliat Bunda. Huahahaha. Customer cantik, ya? *gubrak* Sambil nunggu pesanan kami matang, kami minum Ice Tea -tehcampursusudenganesbatu- Biasanya saat2 seperti ini sangat dimanfaatkan Bunda, karena Zidan pasti banyak tanya, beraneka macam pertanyaan dari yang normal sampe yang abnormal. Hahaha. ![]() "Iya, kenapa emang Nak?" "Gak papa sih..." Zidan diam sesaat, ntah apa yang dipikirnya. "Tapi kalau kita tinggal lamaaaaaaa di sini, sejuta hari, ini bisa jadi negara kita nggak?" "Ya nggak lah, negara kita kan tetap Indonesia." "Oh." Singkat tapi masih penuh tandatanya, sepertinya. "Kadang2 Abang kangen sama Jakarta." "Oya? Kangen sama siapa aja?" "Kangen sama temen2 Abang, sama Bu Evi (gurunya -red), sama rumah di Buaran." "Makanya kita ntar pulang pas Abang libur bulan Desember nanti." "Tapi Abang juga gak mau pulang.." "Lho? Kenapa?" "Nanti Abang susah kalo mo makan chizprata lagi." Hahaha. ![]() Sekian puluh menit kemudian kami sudah sampai lagi di rumah. Disambut dengan pelukan kangen Syifa. "Dia cari Bunda sama Abang tadi," kata Ayah. Begitu lihat bungkusan prata yang Bunda bawa, Syifa langsung teriak.. "Pacaaa.. pacaaa.. mauuu.. mauuuuu.." "Iya sebentar ya, ini masih panas banget." "Buat kakak, kakak mau,.." Syifa tetep gak sabaran. Begitu disentuhnya sepotong prata yang lagi dicuil2 Bunda, Syifa langsung kaget.. "Manyah.. manyah..." (panas -red) "Iya kan, masih panas kan? Sabar yaaa,.." Dalam hitungan menit, semua sudah kekenyangan. "Enyaaaaak..." kata Syifa sambil acungin telunjuknya. Maaf, Syifa belum bisa acungin jempol. Hehehe. Sementara itu Zidan masih sibuk menghabiskan potongan2 terakhir sambil bareng nonton Indonesia Open di SCTV. Aduh itu Taufik Hidayat duduaan wae sama Ami Gumelar, meuni atoheun. Hahaha.
Makansutra: Fried Carrot Cake @ Banquet
Di Singapore ada satu food court yang semua stall di dalamnya sudah memiliki sertifikat halal. Namanya Banquet. Isi makanannya beraneka ragam, selain aneka Chinese Food -yang biasanya meragukan- juga ada Western Food, Japanese Food, sampai ke Nasi Padang -a la Singapore-. Food Court yang satu ini gak pernah sepi, tapi Insya Allah kita selalu dapet tempat duduk kok, terbukti sudah tiga kali ke sana, kami selalu dapet tempat duduk yang nyaman. Dari beberapa cabang Banquet, yang sudah kami coba yang di Jurong Point Centre, karena nggak terlalu jauh dari rumah (baca: 4 stasiun MRT).
![]() ![]() ![]() Pas Bunda sampe, Zidan dan Ayah sudah menikmati hidangan masing2. Syifa mah lagu lama.. tiduuurrr!! Zidan sempet heboh ngeliat Pastry yang bertengger di atas soupnya Bunda. "Itu apaan sih Bun? Bisa dimakan nggak? Coba dong.. mau doong!" ![]() ![]() Lirik kanan kiri, wuaaah masih banyak banget makanan enak yang belum dicicipi, berarti masih banyak review lagi tentang Banquet nih beberapa minggu ke depan, jangan bosen ya.. *wink* Friday, September 23, 2005
Antara aku, gunung setrikaan dan pempek..
![]() So, siang ini, dengan niat bulat dan tekad, kusingsingkan lengan baju, membabat gunung setrikaan ini satu persatu. Sambil nyanyi Teguh Kukuh Lapis Baja dan Maju Tak Gentar. 1 jam.. 2 jamm.. kok belum kelar2 juga ya? Aaaaaaaarrrrrrrgggghhhhhhhhh.....!! ![]() Ya kan? Ya kan? Iya deh.. ngaku aja! :P OK then, have a nice weekend to you, all!! Thursday, September 22, 2005
Syifa the copy-cat girl
Syifa, si bungsu, dari hari ke hari semakin banyak saja celotehannya, belum lagi ditambah dengan gaya centil -gumeulis- nya itu. Kadang2 Bunda ketiwi2 sendiri ngeliat tingkahnya. Semua kata dan gaya iklan2 di TV dia hafal, nggak cuma iklan RCTI or SCTV, tapi iklan2 TV lokal sini juga, bahkan yang berbahasa Mandarin, walau spellingnya belum bener, tapi gaya dan vokalnya udah tepat. Cepet banget hafalnya. Wednesday, September 21, 2005
Cerita Zidan ke Library
Hari ini Zidan mau pergi ke perpustakaan, sama temen2 satu sekolahnya. Dari minggu lalu sudah ada selebarannya, pleus surat izin yang mesti ditandatangani orangtua. Jadi dari semalam udah ribut aja..
"Mom, kata Miss Jehan, Zidan bring jacket, drink and food." "Iya, ntar Bunda siapin. Abang mau bawa makanan apa?" "Adanya apa?" "Hmm.. Abang kan mau ke Library, jadi makannya yang gampang dipegang aja ya. Roti bakar mau?" "Thank you, Mom. Ayah, besok Zidan bring bread fire!" Bunda mikir bentar.. bread fire? hah? Hahahaha... *gubraaak* ![]() "Tapi sisain Abang ya..." "Iya lah, masak Bunda sama adek bisa ngabisin berdua kue segede ini." "Oh iya ya, lupa Abang," gayanya sambil nepuk dahi gitu. Hehehe. Pulang sekolah, hujan deras banget, busnya Zidan masuk sampe lobby. Zidan turun dengan cerah ceria gitu. Pasti deh banyak cerita di kepalanya. Setelah ganti baju, Bunda sambil nyuapin Abang makan siang pake Sop Bakso Serat Telur, dan Tiramisu untuk dessertnya. Kita duduk sambil cerita2 deh. ![]() ![]() "Ayo Abang cerita sama Bunda tadi gimana jalan2nya?" "Bentar, Abang pikir2 dulu. Banyak banget nih yang mo diceritain.." Ya'ela.. segitunye si Abang.. ![]() "Terus?" "Ya gitu deh, pokoknya seru. Abang bingung ceritanya, banyak banget nih yang ada di kepala Abang." "Ya udah, satu-satu aja diceritain, Bunda dengerin kok." "Wah macem-macem deh Bun. Oya di sana ada playgroundnya juga." "Jadi Abang main?" "Iya. Tapi ada story telling juga." "Siapa yang cerita?" "Teacher Jehan" "Abang liat2 buku juga gak di sana?" "Iya. Tapi Abang gak boleh borrow book." "Iya, karena Abang bukan member, tapi kan Ayah udah member, jadi Abang boleh pinjem buku kalau ke sana sama Ayah." "Tapi temen Abang boleh borrow books." "Iya, mereka kan Singaporean, jadi free untuk membernya. Kalau Abang mesti bayar untuk jadi member, tapi nggak usah karena udah ada kartu membernya Ayah kan?" "Oh iya ya. Buku yang Abang pinjem dari library waktu bareng Ayah juga masih ada ya?" "Iya, ntar itu dikembalikan dulu, baru Abang pinjem lagi, OK?" "OK. Tapi Abang mau nambah lagi makannya." "Iya, tapi ini udah dua mangkok, kan?" "Bunda.. pliiiisss..." matanya melas banget. "Ntar gak muat lho tiramisunya?" "Ya... tiramisu ntar sore deh... ya Bun ya.. abis enak banget nih Bun.." Alah! Ngerayunya itu lho... nggak ada yang ngalahin. Monday, September 19, 2005
Bekal Sekolah Zidan
Kalau pulang sekolah Zidan suka cerita2 sama Bunda, tentang apa aja yang dia alamin dan rasain hari itu. Seperti hari ini, sambil makan Spaghetti Schotel yang Bunda buat, dia nyerocos cerita macem2.
Salah satunya adalah masalah bekal sekolah. Rupanya Zidan termasuk murid yang bawa bekal ke sekolah. Miss Jehan juga pernah cerita ini ke Bunda, karena di kantin sekolah tiap hari ada jatah snack jadi banyak murid yang nggak dibekalin sama ortunya. So, bekal Zidan suka jadi rebutan teman2nya. Kadang2 Zidan sendiri suka nggak kebagian, gitu kata Miss Jehan. "I always told him to eat first, then share to his friends." Tapi namanya juga Zidan, mana bisa dia menolak permintaan teman2nya. Jadi deh bekal yang nggak banyak itu dibagi sejumlah anak2 cowok di kelasnya. Bunda sering nasehatin dia, "Abang, Abang boleh bagi teman2 tapi Abang juga makan ya, misalnya Bunda bawain 5, 1-2 untuk Abang, sisanya kasih ke teman2 Abang, OK?" Tapi Zidan selalu ngeles, "Kasihan Bun, kalau mereka minta Abang bingung mesti bilang apa.." Pernah suatu hari Bunda coba bawain nasi goreng, yang Bunda pikir agak sulit kalau mesti dibagi2. Sepulang sekolah Bunda tanya, "Nasi gorengnya habis Bang?" "Yes." "Abang makan sendiri?" "No. Temen Abang pada minta sesuap2." Hihihi.. susah juga.. Ternyata nggak di Jakarta nggak di sini, bekal Abang selalu jadi rebutan teman2 sekolahnya. ![]() ![]() Yang lucu hari ini, tadi pagi Zidan dibekali schotel yang semalam Bunda buat. Dan tadi siang, Zidan minta lagi schotel sepiring pleus saus tomat, sambil nemenin dia makan, Bunda tanya Zidan.. "Abang, tadi skutel yang Bunda bawain dihabisin gak?" "Habis." "Teman2 minta juga?" "Hari ini nggak. Abang bilang ini nggak enak jadi mereka nggak mau, padahal ini kan enaaaaaaaaak banget ya Bun?" ceritanya sambil cekikikan geli. Zidan dan schotel itu emang susah dipisahkan, bisa seharian dia gak makan nasi kalau ada schotel, tapi gak masalah deh karena makanan ini sudah full gizi, secara ada daging, telur, susu, dllnya. Jadi jangan coba2 minta share schotel ke Zidan ya. Pasti ntar dia bilang, "Jangan... ini nggak enak..." Hihihi.. Sunday, September 18, 2005
Makansutra: Sakura Thai Chinese Cuisine
![]() ![]() ![]() Nggak lama nunggu, pesanan datang, waaaaw.. looks sooo yummy.. apalagi sudah bekerja sama dengan baik dengan perut yang udah mulai berkokok eh kruyukan.. ![]() ![]() "Mom, ini enak banget lho.." "Seger ya Nak?" "He-eh.." sambil gak bisa ngomong karena mulutnya penuh. "Itu lidah buaya lho.." "Buayanya kecil ya?" Hihihi... Nggak lama, makanan sudah habis semua. Kesimpulannya? Muach, Tante Hany! Bisa jadi Kamus Jajan Bunda deh setelah Tante Ellen. Sip sip. Enak banged. Jadi gak sabar nyobain Fried Carrot Cake, next week-end. Saturday, September 17, 2005
Just an ordinary wiken..
![]() ![]() ![]() ![]() Setelah puter2 kami makan di FoodCourt Parco Bugis Junction.Lalu, sementara anak2 liat air mancur di depan Parco, Bunda muter2 sendirian.. eeeh.. ketemu Desy Ratnasari, sama anak dan ibunya. Cantik ya, tinggi, sexy. Terus pas Bunda kembali ke anak2, Bunda godain Ayah... "Ayah, mau foto sama Desy Ratnasari nggak?" "Mau aja kalau dia yang minta..." Huuuu... ge-er beneer.. ![]() Sampe rumah, Bunda bikin kolak pisang. Pisang kepoknya udah dikukus dulu dari tadi pagi, jadi tinggal cemplung2 doang. Dan jadi deh.. lumayan buat teman minum teh sore-sore. Habis maghrib, Ayah dan Zidan ke Library di WestMall, pulangnya Bunda dikasih oleh2, Cheese Prata dan Beef Murtabak (eh ini bukan salah ketik, namanya memang Murtabak lho). Enak juga.. nyam.. nyam... Friday, September 16, 2005
Makansutra: Gara2 si Tulang Merah
Gara2 baca thread di blognya Tante Hany, Bunda jadi penasaran. Segera blio Bunda YM..
bunda (9/11/2005 6:35:21 PM): hany, aku lagi terdampar di blogmu nih.. bunda (9/11/2005 6:35:28 PM): tiba2 baca si tulang merah itu kok jadi laper ya bunda (9/11/2005 6:35:38 PM): apa adanya cuma dekat rumahmu doang?? bunda (9/11/2005 6:35:40 PM): ihihihihihih hany (9/11/2005 6:35:42 PM): sini aku traktir. bunda (9/11/2005 6:35:52 PM): beneran ya adanya di sana doang? hany (9/11/2005 6:36:07 PM): hehehhe, ada di jurong. tapi yg masak tetanggaku, hehehe... hany (9/11/2005 6:36:22 PM): aku gak tau ada di mana lagi. abis makannya cuma di situ doang siy. hany (9/11/2005 6:36:32 PM): udah sini, aku traktir, hehehhe... bunda (9/11/2005 6:36:46 PM): bener yaaaa... bunda (9/11/2005 6:36:47 PM): *wink* Akhirnya, ada kesempatan emas juga untuk menikmati si Tulang Merah itu, pas pulang dari Changi Airport abis nganterin Ummi, Bunda telp Tante Hany bilang kalau kami jadi ke sana langsung dari airport.
Pokoknya sejuta hari!
![]() Yang pasti Zidan protes berat.. "Kenapa Ummi pulang?" "Kenapa izinnya cuma 30 hari?" "Kenapa? Kenapa?" dan diakhiri dengan kalimat.. "Pokoknya Abang mau Ummi di sini sejuta hari lagi!" Syifa juga panas badannya. Entah dampak dari protesnya juga atau bukan. Kalau Bunda? Pengen sih protes, pengen Ummi di sini terus, pengen bisa ditemenin terus, tapi... malu ah.. :D Hidup terpisah jauh dari orangtua dan keluarga kan sudah jadi keputusan bersama, masak mau ikut2an anak2 protes juga? ![]() ![]() Dan.. hari ini Ummi benar2 mesti pulang.. bukan .. bukan sejuta hari lagi. Jadi dari pagi kami sudah siap2. Zidan pun terpaksa bolos sekolah. Karena Ummi pakai pesawat siang, berarti kami pagi dari sini. Jam 10 kurang kita dari rumah, nunggu taxi, sampe di Changi sebelum jam 11. Setelah check-in, duduk2 di cafe bentar. Terus lanjutin ngobrol lagi. Zidan puas2in main sama Ummi, Syifa juga, bermanja2 di sebelah Ummi. Bunda ngapain? Menata hati, supaya tenang dan tidak berbombay ria siang ini. Jam 12 teng, Ummi masuk ke boarding room. Oh noo.. akhirnya tiba juga waktunya! Benar kata temen Bunda : Airport itu penuh dengan airmata.. ![]() ![]() Satu.. dua.. tiga.. huaaaaa.... bendungan yang dibangun itu pecah juga... Rasanya pengen ngebatalin tiketnya Ummi.. hiks.. Sedih, khawatir, dan segala macem perasaan campur jadi satu. Apalagi Ummi pulang sendirian. "Ummi, hari Sabtu ke sini lagi yaaa..." Zidan berucap lirih.. dipeluk2nya Umminya erat. "Bye bye Ummi..." Mereka berdua teriak lantang. Ummi balas melambai ke arah kami. "Hati-hati ya Ummiii...." Rasanya hati langsung sepi, kayak ada sesuatu yang hilang. Apalagi mau masuk Ramadhan. ugh, I miss you already, Mom! Ah, bahkan waktu menulis ini aja Bunda gak bisa menahan tetesan airmata. Seandainya bisa bilang, Bunda juga pengen Ummi di sini sejuta hari lagi...... | ||||||||||||||||||||||
![]() |