About Me

Bunda Zidan & Syifa
Mom with two kids. 32. Tukangjalan. Tukangbelanja. Tukangkue. Tukangroti. Tukangmakan. ;)
YM: inong99
email: inong99@yahoo.com

View my complete profile

Loket Kadeudeuh WSAB
Subscribe with Bloglines

Blog DapurBunda
Blog PuisiBunda

Previous Posts

Archives
Little Break



My Idol 2006


  • Little Chat
    Name :
    Web URL :
    Message :
    :) :( :D :p :(( :)) :x
    Credits
    Design by :


    Community

    Photobucket - Video and Image Hosting

    WSAB

    BlogFam Community

    Indonesian Muslim Blogger

    Blogfam Online Magazine

    Image hosted by Photobucket.com

    Solidaritas untuk anak Indonesia

    IndoSing-Mums


    Powered by Blogger



     Tuesday, February 28, 2006 
    My always-want-to-know boy
    Memiliki anak seusia Zidan, harus hati2 dalam berbicara. Entah itu dengan suami atau dengan teman. Karena daya dengar, daya ingat dan urat-want-to-know-ajah-deh-lo lagi gede2nya. Nggak bisa denger sesuatu yang terdengar asing di telinganya, pasti deh dia rekam, dan suatu saat dia keluarkan dalam bentuk pertanyaan. Yang syukur kalau bentuknya biasa2 aja, kadang2 malah jadi kayak petasan cabe rawit di kawinan sodara yang dapet orang Betawi. Bikin heboh! Bikin panik!

    Seperti suatu hari, tiba2 dia tanya tentang teman saya, sebut saja Tante X,
    "Mommy, Tante X itu Islam?"
    "Iya, kenapa emang?"
    "Kok gak pake jilbab?"

    Nah lho, kita gak bisa salah jawab soal ini. Karena berarti dia sudah punya pola pikir bahwa wanita muslim = berjilbab. Mungkin karena figur yang dia lihat adalah Bundanya, Ummi dan Neneknya, Tante2nya, Guru2nya semua di sekolah, semua pake jilbab. Jadi, harus berpikir cepat dan jawaban jujur harus segera diberikan.

    "Tidak semua perempuan Islam itu berjilbab, Bang."
    "Kenapa?"
    "Ya karena belum berjilbab aja."
    "Tapi harus kan?"
    "Ya, seharusnya begitu."
    "Tutup aurat ya Bunda?"
    "Iya."
    "Lalu kenapa Tante X itu tidak mau tutup aurat?"
    "Bukan tidak mau, Sayang. Tapi belum."
    "Mommy, istri Abang nanti harus pake jilbab. Kayak Bu Arini tuh Bun." (Inneke Koesherawati di Sinetron Mutiara Hati- Red)
    "Alhamdulillah, iya Insya Allah, tapi emang kenapa?"
    "Karena cantik keliatannya."
    "Di kelas Abang ada teman yang pake jilbab?"
    "Ada, namanya Yan Alissa. Cantik."
    "Abang suka ngobrol sama dia?"
    "No, dia pendiam sekali. Cuma bicara dengan teacher."
    "Ajak ngobrol sesekali. Mungkin dia pemalu."
    "Ah nggak ah, Abang malu."
    Hihihi.

    Pernah dia saya ajak ke mall. Dengan perjanjian LinggarJati Bukit Batok, bahwa dia nggak boleh minta yang aneh2.
    "Mommy, I want that toy!"
    "Hei, hei, promise is a promise, remember?"
    "Iya, tapi kan....."
    "Gak ada tapi tapi. Lagian ini mahal banget dan Bunda.."
    Dia langsung potong dengan cepat, "Nggak punya uang kan? Uuuh, selalu deh, selalu nggak punya uang, itu terus alasannya. Tuh ada ATM, ambil aja Bun di situ uangnya." Ngeliat anak kecil misuh-misuh menggerutu gak jelas lucu juga lho, bibirnya manyun2 gitu, pengen dikuncir aja rasanya.
    "Bunda gak punya ATM."
    Sip, untuk sementara mendengar jawaban itu dia diem nggak pake protes. Tapi ternyata oh ternyata, masalah ini gak berhenti sampai di situ aja. Karena begitu Ayahnya pulang kerja, dia langsung nyamperin Ayahnya dan dengan nada ngomel-gaya-nenek-nenek-peyot-kehilangan-gigi-palsunya dia bilang begini,

    "Ayah ini gimana sih? Bunda itu kan istri Ayah. Kasih Bunda ATM dong. Jadi Abang kan gak susah-susah kalau mau minta beliin mainan. Kasihan tuh Bunda nggak punya uang melulu."

    Ayahnya cuma bisa bengong melongo dibombardir seperti itu sama anak cowoknya yang baru umur lima tahun. Sementara saya yang walau emang kaget juga, cuma bisa bilang.. "Bukan aku lho yang ngajarin dia ngomong begitu.." sambil cekikikan gak habis2nya.

    Sampai suatu malam, entah ada angin apa, tau2 dia nyamperin saya yang lagi chating nonton TV sambil menemani anak2 bermain.

    "Bunda, kenapa Bunda melarang Ayah menikah lagi?"

    Hah? What? Ya ampuun.. Kenapa dia tau2 ngomongin soal ini? Kapan saya melarang... ooops... maksudnya kapan dia denger konsep ini? Saya nggak pernah lho ngebahas soal melarang atau tidak melarang. Soalnya setahu saya di komitmen kami hal itu emang A BIG NO NO NO NO!! Hahaha.
    posted by  on 9:26 PM  19 comments
     Monday, February 27, 2006 
    My 5 weird beautiful dreams...
    Malem2, hujan2, dingin2, lagi enak2 nyantap Bakso Bihun yang pedes, eh tau2 dilempar tongkat estafet sama Gege, awas ya Ge.. liat2 dong,.. untung tongkatnya gak nyemplung ke kuah Baksoku.. hihihihi..

    Mimpi..? Ah, aku terlalu banyak bermimpi. Bahkan terlelap 5 menit saja bisa bermimpi sampai ke Atlanta. Hehehe. Kalau yang indah-indah, kayaknya itu mah bukan mimpi ya, tapi emang tujuan hidup. Jadi gak mau tulis itu sebagai salah satu dari mimpiku.

    1. Mimpi paling indah, punya Cakery Corner. Yang Halal Sertified, gak perlu gede yang penting cozy, ada librarynya, ada open kitchennya, ada tempat jual bahan2, peralatan, dan barang2 yang langka dimiliki dapur2 lain, ada tempat ngenet sambil makan tiramisu, ada tempat nongkrong2 sambil diskusi seputar urusan perempuan dan dapur. Bisa curhat sambil ngopi dan makan kue. Bisa ketiwi2 bareng. Atau sekadar belajar bikin muffin. Ah, indah banget kalau udah mimpi yang satu ini. Rasanya gak ingin bangun dari tidur saja.

    2. Mimpi di pasar dekat sini ada jual otak sapi, usus dan kulit ayam, lidah sapi yang murmer, pokoknya semua yang biasa dijual di pasar Klender. Hahaha. Pasti banyak yang mengamini mimpi saya yang satu ini. Terutama Ibu2 ISM. Ya kan? Ya kan? Kan bisa bikin sate padang dan gule otak kapan aja. Hehehe.

    3. Mimpi punya pintu-ke-mana-saja-nya-Doraemon. Biar saya bisa 'kabur' ke belahan dunia lain. Untuk sekadar jalan2 dan santai2 sementara anak2 saya lagi tidur lelap di sini. Jadi tau2 saya ada di samping Ophi yang lagi bengong. Terus saya ada di tepi pantai GoldCoast liat Teh Ina bagi2 kripik sanjay. Atau saya makan sate Blok S dan Siomay Bandung dalam satu waktu. Ya ampuun, ayo cepetan bangunin saya!! Sebelum tambah gawat nih!

    4. Mimpi punya mall sendiri. Yang buka 24 jam. Yang jual menyediakan segala macam barang keperluan saya. Dan saya gak perlu beli. Dari jam tangan sampe sepatu. Dari kamera sampe home theatre. Dari buku sampai baju. Jadi saya bisa shopping kapan aja. Perhiasan? Ah, saya gak pernah pake perhiasan. Jadi bisa dicoret lah itu dari daftar toko. Gileee, asyik banget kan mimpi saya ini. Jangan lupa, food court yang penuh dengan makanan yang lezat, tapi tidak menggendutkan. Huahhahaa.. apaan siiih? Tapi seru kan? Boleh deh pada belanja di mall saya ini. Saya diskon 80% untuk orang2 tertentu.

    5. Punya tempat bermain untuk anak2 yang luaaaaaaas sekali. Kayak yang di film Richie Rich. Tapi harus in door. Jadi tetap bisa saya pantau sambil chating sama temen2 di seluruh penjuru dunia. Harus lengkap. Dari mulai efek rumput sampe pantai. Dari sepoi angin sampai debur ombak. Dari panasnya gurun pasir sampe dinginnya salju. Wah seru banget pasti. Ah, itu mah mesti jadi sodaranya Oom Trump dulu kali ya. Hahaha.

    Udah ah, segitu aja. Kalau mau dilanjutin bisa sampe 20.. 30.. wah banyak deh. Kasian ntar kebanyakan bermimpi. Yang ini udah enak2, jangan dibangunin dulu ya. Lagi indah banget nih mimpinya.

    Selanjutnya saya lempar mimpi2 indah ini ke siapa ya? Hmmmm... Ophi, Molly, Mamee Wanti, Yuni, sama.... Itha! Silakan bermimpi indah sebelum mimpi pun kena pajak. Hahaha.
    posted by  on 9:01 PM  11 comments
     Sunday, February 26, 2006 
    "Bundaaaa.. gigi kakaaak.."
    "Mommy, I want to play with Syifa."
    "OK, but don't fight, please."
    "OK, Mommy. Promise."

    Malam Minggu kemarin, Zidan main di kamar sama Syifa. Suara mereka ramaaaai sekali. Duh pasti deh kamar Bunda udah kayak kapal pecah. (Hmmm.. kenapa harus selalu kapal pecah ya istilahnya?) Sambil nonton TV, Bunda santai2 di ruang depan. Sementara Ayah seperti biasa ada di depan meja kerjanya. Sesekali anak2 lari2 berkejar2an sampai ke Bunda. Hmmm, anak dua aja udah serame ini ya rumah..

    "Jangan lari2 terus Abang. Nanti capek terus batuk."
    Ah, kalau lagi senang gitu, mana pernah dengar teguran Bundanya. Terus saja kejar2an. Zidan dikejar Syifa, tepatnya. Sampai Bunda dengar suara benda jatuh disusul tangisan jeritan Syifa keras sekali. Belum sempat Bunda loncat dari kursi Zidan sudah lari menghampiri.

    "Moommmmyyy...!! Syifa...!! Patah..!! Syifa... Come on, Mommy!!"

    Ya Allah, apa yang patah? Bunda lari ke kamar, rupanya Ayah sudah duluan di sana. Bunda lihat Syifa sudah dipeluk Ayah sambil masih menangis. Duh, lemes banget rasanya. Jantung Bunda serasa berhenti beberapa detik waktu tangan Ayah mengulurkan sesuatu.

    "Gigi depannya patah..."
    "Ya Allaaaaaah.. kok bisaaa?"
    "Kejar2an sama Abang. Nyungsep tadi di sini." Ayah tunjuk lantai di depan Syifa duduk. Bantal, guling, bed cover, selimut, sudah tidak pada tempatnya lagi. Semua berserakan. Tapi tempat jatuh Syifa benar2 kosong. Pasti benturannya keras sekali. Sampai giginya patah. Ooooh, my dear girl! Bunda lemeeeesss banget. Syukurlah lantai kami parket. Kebayang kalau keramik atau apa yang lebih keras. Setelah Bunda semprotkan Genie untuk menghentikan pendarahan di gusinya. Bunda periksa mulutnya Syifa, kali2 aja masih ada gigi lain yang pecah. Atau mungkin gusi atau bibirnya luka. Alhamdulillah, nggak ada. Tapi Syifa masih menangis. Ngilu, tampaknya.

    "Masih sakit sekali, Kak?"
    "Huhuhuu.. gigi Kakak pakaaah..."
    "Iya, gigi Kakak patah. Nggak papa, nanti tumbuh lagi ya Sayang.." Bunda berusaha menghibur padahal Bunda juga sedih banget. Aduuuh, Syifa jadi lucu gitu giginya ompong satu. Hiks.
    "Bundaa.. gigi Kakak pakaaah Bunda..."
    "Sakit sekali, Nak?"
    "Huhuhuhu.. cakiiittt..." Sebel kali ya ditanya sakit sakit melulu.
    "Yuk, kita bobo yuuk.." Bunda ajak Syifa ke tempat tidurnya. Biasanya kalau sudah begini pasti dia minta mimik susu. Tapi ini nggak mau, mungkin karena ngilu giginya itu.

    "Sakiit, Bundaaa..." Syifa masih terus menangis, sambil pegang giginya.
    "Iya, kita baca doa yuk. Supaya gigi Kakak nggak sakit lagi." Syifa langsung angkat tangannya dan mulai ikut Bunda berdoa.
    "Ya Allah, sembuhkan sakit di gigi Kakak, supaya malam ini Kakak bisa tidur ya Allah. Amiiin" Syifa langsung usap mukanya dengan dua tangannya, dilanjutkan dengan doa tidur yang sudah dia hafal. "Bimikowwooh uma aya wa amuut. Amiiim." (Dia masih selalu ucap Amim, bukan Amin. Hehehe) Terus dia minta pipinya dielus2. Gak lama Syifa sudah terlelap.

    Foto ini edisi pagi harinya. Waktu temenin Bunda tunggu Zidan selesai kelas Morris Allennya. Ayah lagi ada parents meeting sama teachernya Zidan. Jadi Bunda berdua aja sama Syifa. Dan karena sejak pagi Syifa nggak mau makan dan mimik susu, jadi Bunda mengalah waktu Syifa minta ice cream.
    "Kalau ngilu, berhenti ya Kak. Kasihan giginya."
    Syifa cuma ngangguk2 sambil tetap asyik dengan ice creamnya.



    "Masih sakit giginya?"
    Dia cuma angguk2 kepala.
    "Coba liat Kak? mana yang sakit"
    "Di cinyiiiii.." Sambil tunjuk pipinya tapi gak mau buka lebar mulutnya.
    "Gak keliatan dong, buka dikit mulutnya, Sayang.."
    "Inyiiiiii.... aaaaaaaaaa"
    Tuh kan, keliatan gigi depan yang kiri bocel alias somplak alias patah separuh.
    "Jangan sedih ya. Gak papa ya, tetep cantik kok anak Bunda."
    Syifa cuma mesem. Antara bingung, sedih, dan sakit.

    posted by  on 7:31 PM  17 comments
     Friday, February 24, 2006 
    "Mau doooong..."
    Syifa, sekarang udah cereweeeet banget (kayak siapa ya *mikir-mikir.com*). Semua ditanya. Semua dikomentarin. Apa aja yang dia liat. Apa aja yang dia pegang.
    "Ini apa? Ini apa?" atau "Ini siapa? Itu siapa?" sampe ngabsen semua orang di keluarga kami satu2, setiap pagi setelah bangun tidur, juga malam ketika mau tidur.
    Dari pertanyaan, "Ayah mana?" "Abang mana", karena biasanya waktu dia bangun Ayah dan Abangnya sudah berangkat kerja dan sekolah. Sampai pertanyaan, "Nenek piyuk lagi apa? atau "Oom Agus lagi apa?" Padahal orang2 yang ditanya itu ada di Jakarta semua. Lucunya, gak pernah ada yang kelewat satupun. Pokoknya keluarga inti dari mulai kakek-nenek sampe oom dan tante, juga Bi Piah nggak lupa ditanya.



    Darah iseng dan jahil juga mengalir deras. Kalau kami lagi serius2nya nonton TV. Tau2 pake remote control dia matiin TVnya, terus lari ke kamar sambil cekikikan. Judulnya dia sebel banget kalau dicuekin. Kadang2 kursi komputer Bunda pun diakuisisi sama dia. Sebisa mungkin Bunda gak boleh di depan komputer. Apa pun caranya. Aduh, Naaak.. Bunda kan butuh hiburan rohani. Hahaha.

    Terus juga udah mulai nyebelin, karena ide2 barunya selalu saja diupgrade setiap hari. Misalnya, Bunda minta tolong ambilkan sesuatu yang dekat dari tempat duduknya.
    "Kakak, tolong dong ambilin Bunda itu.."
    Dia langsung pura2 tidur, pejamkan mata, sambil terdengar suara mendengkur dari mulutnya. Krrrrkrrrrkrrrr, gitu. Oh nooo! Anak siapa ini? Hahaha. Pokoknya itu tanda dia males dimintain tolong. Aduuuh gawat.

    Tapi kalau lagi rajin, lain lagi ceritanya. Sekarang dia lagi seneng2nya ngeblender. Setiap Bunda siap2 mau memblend sesuatu, dia langsung lari mendekat. Pegang handlenya, tekan tombolnya. Sambil komentar sendiri, "Udah, udah, bagus kan? Ayo, Bunda macak, Bunda.."

    Satu hal yang baru, dan bener2 bikin Bunda bingung. Kalau telfon rumah berdering, pasti harus dia yang ngangkat, dan Bunda gak boleh bicara sama sekali dengan si penelpon, salah sambung sekali pun.
    Dengan gayanya dia menjawab.
    "Hello? No. No. No. No Bunda, No. Yaaaa.. yaaaa. OK. Bye bye."
    Gak tau apa yang diomongin sama orang di ujung sana. Karena Bunda juga gak tau siapa yang telpon. Hehehe.

    Hati2 kalau klik foto yang di bawah ini. HOROR! Hihihihi...

    Jangan diklik! Bahaya!!Syifa juga doyan ngemil lho. Dia paling gak seneng ngeliat toples kosong. Langsung protes, "Kuwe, Bunda.. kuweeee... Kakak mau kuweee,..." Ada satu hal yang sama banget kayak Abang Zidan, kalau lagi ngemil kue, pasti setoples-toplesnya dikeukeup (baca: dipeluk) sendirian. Gak boleh ada yang ganggu. Kalau diganggu, dia bisa maraaah dengan segala ekspresi muka yang aneh2 kayak gini dan lengkingan yang tingginya lebih dari 4 oktaf.... Duh!



    Paling parah, Syifa gak bisa ngeliat orang lain makan enak dengan nikmat. Langsung deh, deket-deket.. terus ngeliatin lamaaa.. kemudian dengan mata dikiceup2 (baca: dikedip2) dan mulut manyun bilang, "Mau doooong..." Kalau gak dikasih, dengan cueknya langsung direbut, dan segera masuk mulut. Ammmmm... Terus kabur deh!

    Yes, that's my Syifa.. ;)
    posted by  on 6:51 PM  9 comments
     Wednesday, February 22, 2006 
    It's all about me and myself... (1)
    Huaaaah... *panik.com*
    Jadi banyak yang imel japri curhat dan minta nasehat tentang anak2nya yang mulai ngomong soal sex.
    *pingsan*
    Malah ada yang nanya apa Bunda ini psikolog? Kapan2 pengen datang untuk konsultasi, katanya.
    Huaaaa... nooooooo....!!

    I'm just a mom.. who loves cooking and baking. A 24/7 mother, istilah temen2 seperjuangan saya. Eh tapi gara2 terjun ke dunia masak memasak, saya juga sering dituduh lulusan ilmu perbogaan lho.. Aduuh, bukaan.. bukaan.. Saya bukan expert, bukan ahli, kasian dong sama yang udah jungkir balik cari identitas di dunia boga, saya mah bukan apa2 dibanding mereka.

    Sini.. sini.. saya mau cerita sedikit tentang saya.. kalau jadinya panjang, jangan salahkan jari2 saya ya.
    Latar belakang pendidikan saya juga bukan Psikologi. Walaupun pernah menjadi psikolog-wannabe. Apa daya, doa Ummi untuk anak2nya supaya tidak kuliah jauh2 dari blio ternyata lebih didengar Allah SWT. (OMG, Ummi... sekarang pun akhirnya Bunda jauh jugaa dari Ummi.. hiks..)
    FYI, latar belakang saya adalah tukang ngedesain kandang, rumah, gedung, kantor, whatever pokoknya bangunan yang bisa didiami oleh makhluk hidup lah.

    Arsitek, kata orang2.
    Pegang ijazah Arsitek, lebih tepatnya.
    Yang 5 tahun jungkir balik, begadang2 bukan cuma semalam, tapi kadang 2-3 malam. Maklum, kadang tugas 1 bulan baru mulai dikerjain seminggu menjelang dikumpulin. Hahaha.
    Yang sempet stress berat waktu diumumin masuk tim 4.. You know, tim 4 itu the killer team! Untuk para alumnus Ars-Trisakti pasti tau banget tentang sepak terjang para pembimbing dan penguji di tim 4. Dari Pak Djaeng yang katanya super killer (Oh, I love u Pak Djaeng, ternyata dikau sungguh baik hati dan tidak sombong... ) sampe Pak Agus Budi yang tidak pernah senyum (Pak, ternyata dikau memang penguji berdarah dingin ya Pak.. tersenyumlah walau sedikit.. senyum itu sebagian dari iman lho Pak..)

    Banyak yang tewas dengan sukses di tim itu. Ada juga yang sampe kejang2, atau malah berubah jadi doyan bengong kayak ayam kena tetelo. Hahaha. Jadi gak heran, kalau senior saya itu (Hallo, Mas!) sempet duduk bengong, dan menangis tergugu waktu namanya disebut masuk dalam tim 4. Oh, no! Separah itu kah?

    Akhirnya setelah enam bulan berdarah2 melalui masa2 skripsi, dan studio yang teramat sangat melelahkan.. Bisa juga lulus dengan nilai lebih tinggi dari para senior yang satu tim dengan saya. Ah masa? Bener nih? Ya ampun! Gak nyangka! Segudang kata gak percaya waktu itu sempet berebut keluar dari otak saya waktu nama saya disebut dengan kata lulus dengan nilai tersebut.

    Huaaaaaaaaa.. Ummiii.. akhirnya daku lulus juga!!
    Bye bye, my Mutoh,..!! Muah.. muah!
    Thanks udah temenin aku selama hampir 5 tahun.

    Nah, gitu deh. Jadi latar belakang saya ya cuma begitu itu. Sempet kepake beberapa bulan di kantor konsultan arsitek, kerja jungkir balik sampe nginep2 di kantor, bossnya superduper galak, sampe akhirnya nyerah dan loncat ke kantor desain interior pesawat (ya elaaa.. jauh bener ya'?..), bossnya gak galak, tapi istri bossnya yang galak. Hahaha. Akhirnya daku dengan tidak sadar dan tidak sengaja nyemplung di dunia manajemen, kenal dengan Pak Thoby Mutis yang baik hati, Pak Asep dosen marketing yang bikin saya terbengong2 ngeliat huruf A+ terpampang dengan manisnya di lembar ujian saya. Ya ampun, saya sampe nazar sesuatu lho supaya bisa lulus ujian ini saking gak pedenya. Dan akhirnya saya bisa wisuda kedua kali, walau ngetik thesis dengan susah payah sambil nyusuin Zidan. Oooh, ternyata semua perjuangan itu cuma awal dari kehidupan selanjutnya.

    Sekarang,..
    Saya di sini, merajut kehidupan bersama keluarga saya. Dari pagi sampai pagi lagi. Memutar otak supaya kata2 B-O-S-A-N tidak pernah lewat di kehidupan saya. (seperti pak HL dan Ibu-Pejabat-Wannabe itu. "Hallo kalian, kasian banget hidupnya penuh dengan bosan begitu.")Bergumul dengan setumpuk kerjaan yang ternyata benar2 membutuhkan kedua tangan saya. ("Tanganku hanya duaaaa" kata Cinderella) Mengisi waktu dengan kedua anak saya yang tiap hari tidak ada habisnya mengeluarkan energi dan kepulan asap2 putih dari kepala saya. Juga membagi waktu yang sedikit ini supaya semua bisa dapat perhatian yang cukup sesuai dengan tingkat kebutuhan masing2, entah itu anak, suami, pekerjaan rumah atau bersosialisasi dengan teman2 saya di sini dan di dunia maya.

    Ternyata benar2 gak gampang lho membesarkan anak. Kita harus belajar terus tiap hari. Dari belajar mengendalikan diri (ooops.. I still need help...) sampai belajar mengatasi semua yang terjadi setiap hari. Salah satunya ya menjawab dengan pintar pertanyaan2 'pintar' yang keluar dari mulut anak masa kini. Kenapa harus? Yes, it's a must. Saya nggak yakin dulu saya mendapatkan jawaban yang sejujurnya kalau saya bertanya tentang hal2 yang agak 'nyerempet'. Saya bisa tahu banyak karena saya banyak membaca. Semua saya baca. Sampai sekarang pun saya harus selalu menyempatkan diri untuk membaca. Apa saja. Untuk mengetahui lebih dalam dunia apa yang sedang dijelang oleh kedua malaikat kecil saya. Oh, dan PR saya tentang ini ternyata banyaaaak sekali.
    posted by  on 10:01 AM  22 comments
     Monday, February 20, 2006 
    Syifa ke sekolah...
    Sudah dua minggu terakhir ini Syifa pengen banget sekolah. Setiap ngeliat Abangnya sekolah dia pasti pengen ikut, dan berakhir dengan nangis tersedu2 yang panjang banget. Kasian sih ngeliatnya. Udah bawa2 backpacknya ke mana2, ngiterin kamar, terus main2 sendiri, pura2nya dia sekolah.. Ah kasihan deh Syifa..

    Akhirnya setelah diskusi panjang, kami coba carikan Syifa playgroup yang sesuai dengan kebutuhan Syifa. Cuma sekadar untuk bermain dan bersosialisasi. Kebetulan ada yang tidak terlalu jauh dari rumah, dan buka kelas seminggu sekali juga. Namanya First Montessori di Jurong East blok 134 #04. Jadi kami coba trial di sana hari Minggu kemarin.


    Awalnya Syifa menolak masuk kelas. Walau2 dirayu2 sama teachernya juga gak mau. Akhirnya Bunda gendong supaya dia bisa ngintip2 ke dalam kelas, liat2 gambar2 di dinding, dan waktu dia liat teman2 seusianya lagi asyik bermain di dalam kelas, Syifa mau juga masuk kelas. Langsung ambil buku cerita, anteng bolak balik bukunya. Terus lari ambil beberapa mainan yang dia mau, main di sudut tembok, asyik sendirian. Heboh banget, ngoceh sendirian. Main masak2an, puzzle dll. Begitu salah satu teachernya nyamperin, dia langsung malu2. Cuma melirik2 ke arah teacher. Kalau ditanya jawabnya cuma angguk dan geleng. Hehehe.

    "So Syifa will going to school with me, Mommy?" kata Zidan.
    "Yes, but not in the same class."
    "Yeah, Syifa is still small so the class is small too. Right, Mommy?"

    Small.. small.. emang Syifa liliput? Hehehe.

    So, mulai minggu depan setiap hari Sabtu jam 10.00 s/d 12, Syifa udah mulai sekolah. Itu artinya Bunda juga sekolah lagi deh. Hehehe. Doain Syifa cepet pinter yaaa..
    posted by  on 8:00 PM  15 comments
     Saturday, February 18, 2006 
    Syifa, ma little princess..
    Hari ini kita mau jalan2. Tumben2an Syifa mau dipakein baju cewek. Biasanya kalau jalan2 dia langsung ambil jeans andalan plus kaos favorit.

    "Kakak mau pake ini?"
    "Iya mau.. cantik kan?"
    "Iya cantik.."
    "Foto ya Bunda.."
    "Iya nanti Bunda foto"
    "Kakak.. cewek ya Bunda?"
    "Iya, kakak cewek.."
    "Abang ... cowok?"
    "Iya, Abang cowok.."
    "Ayah... cowek?" Hihihii.. kok jadi cowek?

    Begitu selesai nyisir, langsung deh bergaya. Awalnya sih kalem, sambil duduk manis di kursi. Lama2... keluar deh aslinya. Goyang sana sini, meghal meghol, terus terakhir..

    "Gaya kodok, Bunda.." Hihihihi.. Dia minta difoto sambil jongkok.
    Makasih ya Tante Ina, bajunya cantik banget. Yang pasti Syifa seneeeeng banget. Muach!

    update:
    Iya lho Tante Ina, kata temen2 Bunda, Syifa kayak princess.. hehehehehe... Tengkyuuu yaaa...

    posted by  on 11:57 AM  17 comments
     Wednesday, February 15, 2006 
    Celoteh Zidan lagi... (Syifa juga dong)
    Pagi2 Zidan sudah bangun, siap2 mandi utk sekolah. Kebetulan Bunda pake daster aja, tau2 dia komentar..

    "Bunda ih tank topnya keliatan.."
    Bunda bingung. Tank top apaan?
    "Mana tank top?"
    "Itu tali iniii.." sambil nunjuk2 tali bra Bunda yang keliatan sedikit di balik daster.
    "Ih, si Abang.. ini mah bukan tank top atuuh.."
    "Heh? Jadi tank top itu yang gimana Bun?"
    "Ntar Bunda kasih tau ya.. udah mandi dulu deh.."
    Hihihihi..

    Hari ini Bunda pengen masak soto ayam. Sebenernya kalau gak kepengen banget rasanya males ajah. Banyak printilannya. Kalau dikerjain sendiri takes time banget. Jadi nggak bisa ngedadak kayak masak sop atau opor ayam.

    Jadi tadi pagi2, ikut Ayah sampe halte bis deket pasar, terus Bunda sama Syifa masuk ke pasar deh, Ayah langsung ngantor. Beli bahan2 yang masih kurang, dan karena ini hari Rabu di Pasar Biru itu selalu ada yang jual pernak pernik lucu2, dari Barney sampe Strawberry Shortcake favorit Syifa. Seneng aja 'ngubek' barang2 yang unik. Terus dapet boneka Strawberry Shortcake yang gede. Harganya juga jauuuh lebih murah dari di toko. Padahal asli. Ya sudah, Syifa yang kesenengan deh.

    "Bundaaa... bei kokeik, Bundaaa.. (baca: strawberry shortcake)"
    "Iya, bentar Bunda tanya dulu ke Auntienya berapa harganya ya Nak.."

    Pas udah Bunda bayar, wah sama Syifa langsung dipeluk. Gak dilepas. Hehehe. Sambil jalan pulang ke rumah, ngoceh terus.
    "Ini bei kokeik Kakak ya Bunda.."
    "Bukan, punya Bunda.. Kakak pinjem aja ya.."
    "Punya kakaaaaak..."
    "Punya Bunda, sayang.. Kakak pinjem doang bentar."
    "No no no.. ini punya Kakak!" Sambil telunjuknya goyang2 gitu. Hihihi.

    Bunda nguplek di dapur, Syifa nemenin Bunda di depan pintu dapur. Sambil makan duren dia peluk boneka barunya. Bunda cuma lengah bentar, tau2 muka si boneka udah penuh dengan duren.

    "Yaaah.. Kakak. Atuh jadi bau duren dong bonekanya.."
    "Bei kokeik mamam duren... cama kayak Kakak" Syifa ngomong sambil nyengir.

    Duh!

    Setengah jam sebelum Zidan pulang sekolah, wangi soto ayam Bunda udah menebar ke mana2.
    "Mmm.. mangi Bunda.. mangiii.."
    "Iya, ntar kita makan bareng Abang yaa.. yuk kita jemput Abang dulu di bawah."

    Setelah habis semangkuk soto ayam, dan 5 potong melon (Zidan gitu lhoo..) Zidan dan Syifa bantuin Bunda milah2 mainan dia dan Syifa. Abis udah punya tempat masing2, tapi masih nyampur aja. Batman Zidan di keranjangnya Syifa. Boneka2 Syifa di keranjangnya Zidan. Terus Bunda liat Barbienya Syifa di keranjang Zidan dalam keadaan tanpa busana.
    "Aduuh.. ini Barbienya Kakak, bajunya ke mana ya Kak?"
    "Hiwang.. baju Barbie Kakak hiwang."
    "Kita cari ya Kak.. kasian Barbienya kedinginan.."
    Bunda sama Kakak sibuk nyari baju si Barbie, tau2 Zidan bisik2 ke Bunda.

    "Bun.. Bun.."
    "Kenapa Bang?"
    "Kalau ngeliat Barbie itu pepeng (baca: penis) Abang kok jadi geli-geli ya..?"
    "Hehehe, maksudnya pepengnya Abang bangun ya? Gak papa Nak, itu normal. Abis Barbienya gak pake baju sih ya?"

    Zidan mesem2 malu2 gitu.

    Hihihi. Anakku udah gede ya?



    ***

    Sedikit tips utk teman2ku sesama ibu2:

    - Jangan kelihatan kaget, panik apalagi shocked, kalau anak mulai bertanya2 soal sex. Sex is not taboo, right?

    - Kita harus membiasakan anak berbicara secara jujur tentang ini. Lebih baik anak tahu dari kita sendiri, orangtuanya, daripada dari luar.

    - Jawab setiap pertanyaan dengan tenang, but think fast.. think fast.. go go go.

    - Kita harus mengenalkannya perlahan2. Gunakan bahasa yang sangat sederhana tapi benar. Mudah ditangkap dan dimengerti. Karena ini akan dia inget terus sampai besar. Jadi tidak perlu ditutup2i.

    - Jaman udah berubah, jadi standar usia anak ingin tahu tentang hal ini sudah jauh lebih cepat. Ayo, ayo, jangan sampai kesusul. Siap2 dari sekarang. Seru lho, sekalian pembelajaran diri. Hehehe..
    posted by  on 5:26 PM  27 comments
     Tuesday, February 14, 2006 
    Celoteh Zidan.. (Syifa juga)
    Saat2 yang paling Bunda senengin adalah saat Zidan pulang sekolah. Sambil ganti baju dan makan siang, biasanya banyak cerita dan pertanyaan yang keluar dari mulutnya. Dari yang Bunda bisa jawab, bikin speechless, sampe bikin pingsan. Kuncinya, harus dijawab dengan benar, tapi juga harus bisa diterima dengan pikirannya, karena kalau jawaban kita gak bisa dia tangkep, yang ada kita kejebak sendiri. Hehehe.

    Seperti pertanyaan2 berikut ini,

    "Bunda, kenapa di sekolah Abang nggak ada orang Indonesia?"
    "Ya karena kita bukan di Indonesia."
    "Kenapa di Indonesia nggak pake bahasa Inggris?"
    "Karena di Indonesia, bahasa Inggris bukan bahasa nasional."
    "Jadi Indonesia bukan sodaranya orang Inggris ya?"
    "Hmmm.. bukan begitu sih..."
    "Kan orang Singapur pake bahasa Inggris. Orang Amerika pake bahasa apa Bun?"
    "Pake bahasa Inggris."
    "Kalau orang Inggris?"
    "Ya pake bahasa Inggris."
    "Tuh kan, orang Inggris banyak sodaranya."

    Hihihi...

    "Di sekolah Abang banyak orang macem2 Bun.."
    "Oya?"
    "Iya, Bun. Ada orang India, orang Cina, orang Malay. Abang doang yang orang Indonesia.
    "O iya, ya.."
    "Kalau orang India, siapa yang buat, Bun."
    "Allah, Nak.."
    "Orang Cina?"
    "Allah juga Nak.."
    "Orang Malay?"
    "Allah juga..."
    "Orang Indonesia?"
    "Iya, semua Allah yang buat.. Allah kan Maha Pencipta. Jadi semua orang di dunia ini ya Allah yang buat.."
    "Wah, hebat, ya! Tapi emang Allah nggak cape ya, ngebuat orang2 segitu banyaknya? Abang aja cuma nyusun robot satu ini aja cape banget."

    Hehehe.


    Zidan itu jahil banget sama adiknya. Ada aja yang dibuatnya sampai Syifa nangis. Benda yang tadinya ngegeletak begitu aja bisa jadi bahan rebutan yang heboh banget. Padahal setelah berhasil direbut, benda itu kembali lagi ngegeletak tak berdaya. Pusiiiing deh.

    "Udah, udah, jangan berantem. Hayo Abang, sharing sama adeknya. Kakak, cari mainan yang lain aja."
    "Iya, Buun. Maaf..."
    "Aduuh pusing deh Bunda ngurusin Abang, ngurusin Kakak, kalau senengnya berantem terus."

    Eh tau-tau Syifa nyeletuk,
    "Aduuuh puciiing deh kakak nguyusin Ayah.."

    Hahaha, kok jadi ke Ayah?


    Hari ini, Zidan pulang sekolah, Bunda siapin Super Duper Blenger Burger, resep lengkap bisa liat di blog sebelah.
    "Enak Bun.." kata Zidan.
    "Enyaaak Bun.." sahut Syifa.
    "Bikin tiap hari ya Bun.." tambah Zidan.
    "Iya, Bun, tia ayi yaa.." Syifa ngikut aja.

    posted by  on 8:56 AM  16 comments
     Sunday, February 12, 2006 
    hanya cerita wiken biasa ..
    Sabtu dan Minggu ini Ayah terpaksa ngantor. Pengumuman ini disambut dengan manyunnya Abang dan cemberutnya Bunda. Hihihi. Abis sebel, kita kan jadi gak bisa jalan2. Eh tunggu! Kata siapa kita gak bisa jalan2? Setelah Ayah berangkat kerja, anak2 mandi, siap2, terus jam 10.30 kita start ke IMM. Zidan&Syifa langsung main di playground lantai 3. Duh, penuh bener deh, tumben. Anak2 ngerasa gak nyaman mainnya.

    Jadi gak lama, terus Zidan prefer makan di Banquet. Hihihi. Kebetulan deh, sekalian makan siang. Bunda pesen Nasgor Ikan Asin. Zidan berdua Syifa makan Chicken Cutlet, oops porsinya gede2 banget yaa.. Tapi namanya Zidan, gak puas cuma makan pesanan dia aja, begitu ngeliat Bunda gak ngabisin makanan Bunda, dia langsung kedip2.

    "Bun, Abang boleh minta nasi gorengnya ya?"
    Hehehe... as you wish Honey..

    Pulang dari Banquet, tadinya mo mampir ke Daiso, tapi males, mikir apa yang mo dibeli, paling 'cuci mata' doang. Jadi kita 'main' ke Giant. Belanja keperluan yang emang udah habis. Eh, tanggal berapa sih ini, kok yang ngantrinya panjang banget kayak mo beli tiket mudik aja ya... Syifa ampe pegel, terus duduk aja di trolly.

    Pulang dari sana udah teler, anak2 langsung tidur. Bunda sih seperti biasa lanjut masak2 deh. Menjelang maghrib Ayah udah di rumah. Jadi kita bermalam mingguan di rumah aja. Oya, Bunda sampe kelupaan padahal dari kemaren udah inget, tapi baru sadar lagi malem2, Happy Birthday, Oom Maul.. semoga cepet kelar PTTnya,..

    Berhubung hari Minggu ini Ayah juga mesti ngantor *sigh*, jadi tugas nganter Zidan ke Morris Allen hari ini dilimpahkan ke Bunda. Jam 11.20 Zidan Bunda antar ke kelas, eh nggak deng, cuma sampe di tangga bawah aja, Zidan udah berani kok naik dan masuk kelas sendirian. My Boy...
    Sambil nunggu Zidan selesai (dua jam bo') Bunda sama Syifa pesan Chip n Cheese di Long John Silver. Tuh liat ekspresi Syifa pas nyicip cheesenya.. "Aceeeem....!" Hihihii.. Abis itu Bunda jalan2 ke Poon Huat, ada pernak pernik yang mesti dibeli. Maklum deh tukang kue. Hehehe.

    Hari ini Bunda janjian ketemuan sama Tante Wiwied dan Akram. Tadinya pengen jalan2 ke Jurong Point, tapi berhubung Zidan pengen beli durian yang lagi numpuk di depan Fair Price, jadi kita gak bisa jalan2 deh (di sini gak boleh bawa durian naik MRT atau Bus). Bunda smsan sama Tante Wiwied utk nentuin meeting point. Ujung2nya di McD depan juga, tempat main andalan anak2 kalau lagi ke Jurong East. Hehehe.

    Jam 13.20 Bunda udah di atas lagi, nungguin Zidan keluar kelas. Sepuluh menit kemudian udah keliatan deh dia nyengir2 dari kaca samping sambil dadah-dadah Bunda. Terus dia bergegas turun. Ekspresinya itu lho, ceria banget. (fotonya jelek, abis pake HP-cam doang, dan di bawah tangga itu agak gelap)

    "Abang, Akram udah nunggu di bawah."
    "Di mana Bun?"
    "Di McD"
    "Yes. Abang beli HappyMeal ya Bun?"
    "Udah, nih Bunda udah beliin."
    "Waaah.. thank you, Mom."

    Main2 bentar di McD sambil ngabisin makanan pesanan anak2. Terus Bunda sama Tante Wiwied belanja di FairPrice, nggak lupa beli duren yang gede2 itu lho. Sluuurrrrpppp... Kelar belanja, langsung ke taxi-stand, eh Ayah nelfon, bilang kalau blio udah on the way ke rumah juga. OK deh.. kita langsung pulang juga kok. Sampe di rumah, anak2 langsung nyerbu durennya. Sambil berlomba2 cerita sama Ayahnya tentang apa aja kejadian hari ini. Syifa yang ngobrolnya masih belepotan aja gak mau kalah. Hihihi.

    anak2 main di kolamrenangJam 16.30, Bunda lihat cuaca di luar cerah banget, gak panas, gak hujan.
    "Kita berenang yuuuk.." kata Bunda.
    "Yuuuk.. yuuuk..." Wah anak2 langsung heboh. Zidan dan Syifa langsung ribut mau ganti baju renang dan siapin ban renangnya Syifa.
    Yup. 10 menit kemudian anak2 udah nyebur. Seperti biasa, Syifa suka sok jago gitu deh. Pengennya ke tengah. Suka gak mau dipegangin. Padahal walau ada di atas ban renangnya, tetep aja Bun serem takut dia kebalik, abis gak mau diem sih lari sana sini.
    Oya, ini foto bukan pas hujan, tapi emang mereka ada di balik air terjun. Jadi keliatannya lagi hujan gitu deh.
    Pulang renang, pasti pada laper kan. Yang gampang dan cepet ya apalagi kalau bukan..
    "Indomiiiie.. celelakuuuuwww...." Hehehe.
    posted by  on 11:32 PM  8 comments
     Thursday, February 09, 2006 
    Five weird things about me??
    *pingsan*

    Dapet tongkat estafet dari YuliNava, mau gak mau (harus mau ya Yul?) mesti diterusin katanya.. Bentar ya Yul, daku mikir2 dulu.. bukannya gak ada, tapi lagi nyari yang worst, hahaha..

    1. Sok perfeksionis
    Asli penyakit ini gawat banget buat diriku. Katanya sih semua Virgo punya nasib yang sama. Tapi ini sungguh sangaaat menyiksa. Huhuhu. Pasang sprei gak boleh miring. Keset gak boleh terbalik hadapnya. Bantal kursi harus tegak lurus. Baju atas bawah harus mecin (kata oneng). Tapiii.. sekarang itu semua harus perlahan2 dihapus. Karena selama di sini, kalau tetep kayak begitu yang ada dakuw cape sendiri tauuuu... Di sini gitu lho. Gak ada yang bantuin. Jadi salah2 dikit ya daku maafkan. Hahaha. Walau di hati gregetan. Tapi masih bisa merem lah. Ngeliat rumah berantakan, mainan anak2 tidak pada tempatnya. Handuk bertengger di mana2. Sepatu anak2 sebelah di bawah meja sebelah di dapur. OK.. enough.. pusing ngebayanginnya.

    2. Miss Paranoid.
    Selalu ngebayangin yang nggak2. Pokoknya aneh banget buat diriku. Parno abis. Zidan berangkat sekolah aja rasanya pikiran yang aneh2 suka muncul. Takut ini takut itu. Kalau gini gimana, kalau gitu gimana. Apalagi kalau busnya terlambat dari jadwal biasanya, walaupun cuma 1-2 menit. Waduuuh..!! So, mesti kuat banget nih self-control nya. Cape hati, judulnya.

    3. Shopaholic person.
    Ummm.. yes.. ummm.. but not really. Hmmm.. dulu sih iya... terus, sekarang? Masih dong! Bener kata Yuni, apalagi kalau soal buku, wah gak boleh kelewat deh. Tas, sepatu, baju? Juga! Hahaha. Sudah, yang ini gak usah terlalu dideskripsikan. Itu ada orang dari kejauhan yang udah siap2 ketawa baca nomer yang ini. Hehehe. Pokoknya kadang niat cuma nganterin temen belanja, yang ada malah kalapan daku gitu lho belanjanya. Cukup ya? Peace, man!


    4. Phobia ketinggian.
    Believe it or not, kalau lagi di pinggir sumur, atau di pinggiran tempat2 yang tinggi, mis. teras hotel/apartment, bawaannya suka pengen loncat. Bener. Gak tau kenapa. jadi inget dulu kalau kuliah di gedung I suka dipegangin ama temen2 kalau lagi duduk di pinggir jendela. Alhamdulillah rumahku yang sekarang gak ada terasnya. Kalau gak, lumayan nih di lantai tujuh, Bo.Hehehe.

    5. Addicted to Internet.
    Halah. Hare genee? Siapa yang nggak ya? Apalagi hidup jauh dari siapa2 begeneee. Komunikasi ke negeri manapun bisa tembus. Timbuktu sekalipun. Pokoknya bisa meriang-panasdingin-sakitkepala-cenutcenut-tralalatrilili-allday kalau sehari gak buka inet. Sambil masak, nyetrika, nyuci piring, nyuapin anak, en so on, tetep harus bisa online. Huahaha.



    Fiuuh.. akhirnya kelar juga. Dan estafet berikutnya siap-siap yaaa... Neng Ophi, Weni, Reni, Manya, dan Gege...!!
    posted by  on 9:39 PM  22 comments
     Wednesday, February 08, 2006 
    Senyum mereka...
    Pernah ngerasa jatuh cinta kan?
    Semua rasanya campur aduk jadi satu..
    menjadi satu keindahan...
    yang cuma bisa dirasakan oleh diri kita sendiri...

    Sekarang2 ini baru saya sadari,
    saya selalu merasakan hal yang sama
    setiap kali melihat anak2 saya..
    tersenyum lepas..
    seperti ini..

    Serasa jatuh cinta setiap hari gak sih?
    Jadi pengen nulis sesuatu..

    Senyummu itu Ananda..
    berwarna, hingga langit tak hanya biru
    berlagu, hingga sepi tak lagi bisu

    dan luluhkan setiap beku

    -bunda-
    posted by  on 1:18 PM  16 comments
     Monday, February 06, 2006 
    Potong kuenya... potong kuenya...
    Berhubung Ummi harus pulang ke Jakarta pagi2, jadi kami makan2 dan potong kuenya malam sebelumnya... Dan semua serba dadakan, karena gak direncanakan sebelumnya, Ayah ke Al Azhar untuk beli Sop Buntut, Black Pepper Beef, Cumi Goreng Tepung, Cah Baby Kailan, ama Cheese Prata dan Prata Tissue,.. hahaha.. banyak ajah!
    Kita di rumah cuma bikin Blueberry Chocolate CheeseCake buat Ummi, itupun belum sempet dihias karena anak2 udah gak sabar pengen potong kue..

    "Potong kuenya.. potong kuenya," Syifa bolak-balik nyanyiin ini dengan centilnya. Zidan mah langsung anteng ama nasi dan sop buntut, gak peduli ama dunia sekitar deh.
    Malam ini penuh dengan keceriaan anak dua itu, tapi sedih juga kalau inget Ummi mesti pulang besok paginya. See you next month, Mom!

    "Ummi, pokoknya begitu sampe di Jakarta, ketemu kakek, beres2 sebentar, langsung balik sini lagi yaaa!" Kata Zidan, tegas.
    "Insya Allah ya Nak.." jawab Ummi.
    "Inget ya Ummi,.. langsung ke sini lagi ya! Ummi harus nemenin Abang di sini sampe Abang tua!"
    Hihihihi...
    posted by  on 9:17 PM  19 comments
     Saturday, February 04, 2006 
    Make friends and keep them..
    "Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara, oleh karena itu adakanlah perdamaian di antara saudara-saudaramu, dan takutlah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. Hai orang-orang yang beriman! Jangan ada satupun kaum merendahkan kaum lain, sebab barangkali mereka (yang direndahkan) itu justru lebih baik dari mereka (yang merendahkan); dan janganlah ada perempuan merendahkan perempuan lainnya, sebab barangkali mereka (yang direndahkan) itu lebih baik dari mereka (yang merendahkan); dan jangan kamu mencela diri-diri kamu; dan jangan kamu memberi gelar dengan gelar-gelar (yang tidak baik) --misalnya fasik-- sebab seburuk-buruk nama ialah fasik sesudah dia itu beriman, dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. Hai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak sangka, karena sesungguhnya sebagian sangkaan itu berdosa; dan jangan kamu mengintai (menyelidiki cacat orang lain); dan jangan sebagian kamu mengumpat sebagiannya, apakah salah seorang di antara kamu suka makan daging bangkai saudaramu padahal kamu tidak menyukainya? Takutlah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah maha menerima taubat dan belas-kasih." (al-Hujurat: 10-12)

    Isi diskusi bulan ini semakin menguatkan hati untuk lebih mensyukuri nikmatNya dengan orang2, teman2, sahabat2, yang terbaik yang sudah diberikanNya untuk mengisi setiap celah di kehidupan saya. Tidak perlu menyesali yang sudah tidak ada, tapi syukur nikmat dengan yang ada sekarang ini. Dan lebih mengikhlaskan atas semua yang pernah terjadi. Berusaha selalu memaafkan orang2 yang pernah dan atau selalu menyakiti hati, memfitnah dan berprasangka buruk terhadap kita dengan segala cara.


    Make new friends and keep the old, one is Silver and the other Gold
    Make new friends, both young and old, one in Silver, the other Gold.
    Make new friends but keep the old,
    some are Silver and others are Gold
    I have a hand, and you have another;
    put them together and we have each other.

    klik foto biar lebih jentreng ;)

    Lihatlah teman2 baik saya di sini, dengan segala ekspresi dan 'kebiasaan buruk' masing2.. Hahahaaha.. I love you, girls!

    posted by  on 7:02 PM  7 comments



    Daisypath Ticker