![]() |
|||||||||||||||||||||||
![]() About Me
![]()
Bunda Zidan & Syifa
View my complete profile
Previous Posts
Archives
Little Break
My Idol 2006
![]() Little Chat
Credits
Design by :![]() Community
![]() |
Sunday, April 30, 2006
It's a looooong weekend.. (1)
Moving Sale!
![]() Dan begitu dengar Sebenernya, ini sebenernya lho, daku bener2 nggak kepikiran mau ngerampok apa di rumah si Mamee cantik satu ini. Yang kepikiran cuma mainan anak2nya untuk Abang Zidan. Tapi begitu masuk rumah, melihat kenyataan yang sangat tragis, beberapa barang yang bagus2 sudah ada yang punya. Huhuhu. Curaaaang. Banyak yang udah nyolong start dengan teganya. Seperti Madam Teganian yang sudah banyak menempelkan post-it di setiap barang yang juga menjadi idaman para rampokers lainnya. Teganya.. teganyaaa.. teganyaaa... Rampoker 1: Gue tek rak buku ini! Mamee: Itu sudah punya Ratu (sumpe, bukan nama sebenarnya..) Rampoker 2: Ya udah, gue rak buku anak2 ini! Mamee: Itu juga punya Ratu.. Rampoker 3: Gue lampu di sudut itu deh! Mamee: Ooops, itu juga udah ditek Ratu.. Rampoker 1: Printer deh! Mamee: Iya, itu juga udah punya dia.. Rampokers: Kompor? Panci? Cobek? Ini? Itu? Ini? Itu? Mamee: Hehehe.. ini silakan liat sendiri daftar barangnya... Rampokers : Whaaaat??!! Keset kamar mandi jugaaa? Ratuuuuu...!! (serempak mengeluarkan senjata andalan masing2. sambil membayangkan si Madam Teganian sedang terkikik di rumahnya membayangkan keadaan kami di sini...) Rampokers: OK, then. Sekarang gini deh, apa yang belum diambil dia? Hihihii.(Pantangmenyerah.com) ![]() ![]() Mengawali akhir minggu yang panjang dengan senyum manis dan hati senang itu ternyata indaaaaaah sekali.... Kebetulan minggu ini long wiken untuk kami di sini. Jadi libur sampai hari Senin 1 Mei nanti, sementara di Jakarta, denger2 akan ada May Day. So, hati2 ya untuk handai taulan di sana. Kalau gak penting2 amat, mending di rumah deh. Atau.. ke sini aja yuuuk :) Thursday, April 27, 2006
Orchard? Hare geneeeh?
![]() Ah, saya jadi ingat dulu. Pertama kali menginjakkan kaki di pulau ini, kira-kira dua belas tahun lalu. Ya, tujuan utama kami waktu itu ya cuma shopping di sepanjang Orchard Road. Karena memang cuma itu yang kami tahu. Keluar masuk mall dengan tas jinjing yang kian berat. Kalau tidak salah ingat, kurs rupiah masih sekitar Rp 1600,- per dollar Singapura. Tiket MRT juga masih yang dimasukkan lalu dilubangi begitu kita hendak keluar. Saya masih mengoleksi beberapa tiket MRT model itu. Saat itu juga masih ada Warner Bros Shop di Wisma Atria. As a big fan of Tweety, saya sempat punya foto berdua patung Tweety di depannya. Sayang, toko itu sudah nggak ada lagi sekarang. Pokoknya waktu itu Orchard Road bener2 bikin darah shopaholic saya menggelegak. Dan saya juga punya lho foto sendiri di bawah plang itu. Hahaha! Dua tahun kemudian kami sempat kembali lagi untuk sekadar memenuhi koper kami dengan barang-barang yang tertulis di dalam list belanja kami waktu itu. Beberapa hari di sini kami tidak beranjak ke tempat lain selain Orchard Road. Seakan-akan Singapura hanya terdiri dari sederetan mall di sepanjang Orchard Road saja. Pertengahan tahun 2000, lucky me, suami saya bertugas di Singapura untuk beberapa waktu. Kebetulan kami tinggal tidak terlalu jauh dari Orchard Road, apalagi apartment tempat kami menetap menyediakan free shuttle yang siap mengantar dan menjemput kami, para tenant, dari mal ke mal setiap hari dari pagi sampai malam. Dari situ saya mulai tahu ada beberapa mal besar selain di daerah Orchard Road. Tapi tetap saja itu mal-mal tujuan para turis. Seperti Great World City, Suntec Mal, de el el. Jadi hampir setiap pagi, selepas suami saya berangkat ke kantor, saya bersama teman senasib mulai mengukur jalan, kadang turun di halte pertama dan menunggu jemputan di halte terakhir. Dengan perut gendut (Zidan masih di dalam perut) saya masih sanggup berjalan dari Tanglin Mall ke Plaza Singapura. Kalau dibayangkan sekarang, Oh noo.. Udah gila kali yeee? Itu kan dulu, enam tahun lalu. Sekarang udah nggak sanggup deh ih, udah dua kali turun mesin lho. Hihihi. Waktu itu saya juga sudah mulai belajar belanja untuk keperluan sehari-hari. Karena di bawah apartment kami ada Eaton Minimarket, jadi nggak bingung-bingung deh kalau perlu sesuatu yang mendadak. Dari sayur sampai daging semua lengkap di sana. Kalau kurang ini-itu biasanya saya lari ke Cold Storage di Great World City, mal terdekat dari apartment. Ah, semua selalu beres dan mudah waktu itu. Apalagi ada Kakak Azizah, housekeeper kami yang baik. Yang sangat sayang pada saya, sibuk menanyakan semua kebutuhan saya sehari-hari, pada beliau kadang saya suka menitipbelikan pisang tanduk sampai hati bahkan ekor sapi. Betapa baiknya beliau, di mana ya sekarang? Siapa sangka lima tahun kemudian, saya berkesempatan untuk kembali menemani suami saya mengais nafkah di pulau aman tentram dan damai ini lagi. Walau sekarang sudah berubah status menjadi ibu beranak dua. Ya ampun, cepat sekali waktu berlalu. Sekarang kami tinggal jauh dari Orchard Road. Harus melewati delapan belas stasiun MRT kalau lewat jalur merah. Dan beberapa stasiun lebih cepat kalau lewat jalur hijau. Atau mengeluarkan uang sekitar S$13 kalau dikejar waktu dan memilih untuk naik taxi. Ada sebuah mal cukup lengkap di dekat tempat tinggal kami, dan dua buah wet market idaman di kiri dan kanan, juga teman-teman dekat yang menyebar di radius yang tidak terlalu jauh dari rumah. Kalau mau jalan menyusuri beberapa stasiun MRT ke arah utara, barat, atau selatan, banyak mal-mal kecil bahkan tempat perbelanjaan yang wajib untuk dikunjungi dan dijamin bukan tempat nongkrongnya para turis. Dengan harga yang masih rasional. Bukan harga turis, katanya. Ada beberapa potongan obrolan tentang Orchard yang masih saya ingat, dan mungkin harus saya tulis di sini. Beberapa di antaranya.. "Orchard road, haa? It's just for tourists laaa... So many expensive things. Not OK for me, laa." kata Uncle taxi-driver kami suatu hari. Kami cuma senyum-senyum menanggapinya. "Tinggal di Singapur ya? Di mana?" tanya seorang kawan saya suatu pagi lewat jendela Y!M. "Rumah lo jauh dari Orchard?" tanya kawan saya lainnya.
Begitulah. Betapa Orchard Road masih jadi patokan para turis, termasuk teman-teman saya di Indonesia. Bahkan untuk mempermudah mereka, kadang saya harus mengalah mengatur jadwal pertemuan di sekitar Orchard Road. Walau saya juga cukup sukses menggiring beberapa orang teman untuk bertemu di West Mall, mal kebanggaan kami warga Bukit Batok dan sekitarnya. Hehehe. Bener deh kata lo Mel, "Orchard? Hare geneeh?" Wednesday, April 26, 2006
Mari belajar 'membaca'
![]() Menyebut kata membaca tiba-tiba sekelebat bayangan datang dan hinggap di salah satu saraf di otak saya. Menutup semua pikiran yang lain. Dan memaksakan kehendaknya supaya saya cuma berpikir tentang dia. Entah tentang apa. Katanya, tentang dia. Lalu mata saya menemukan sebuah puisi ini di dalam sebuah arsip lama. Sebuah puisi yang juga sudah lama. Aslinya karangan Pablo Neruda, ditulis bukan dalam bahasa Indonesia. Tapi Abang saya yang baik (Hallo Bang Saut!) sempat menerjemahkannya ke dalam bahasa yang bisa lebih saya mengerti dan membuat saya menangis waktu membacanya. Bukan, saya bukan hanya membacanya. Tapi saya ikut merasa. Mengikuti kata demi kata. Menyeka setiap tetes air mata yang mengalir di dalamnya. Tapi itu dulu, pikir saya. Hampir sembilan tahun yang lalu. Sungguh saya tidak pernah menduga. Bahwa airmata saya masih bisa menetes ketika saya kembali "membaca" puisi ini. Entah apa atau siapa yang ada di bayangan saya waktu saya mencoba menyimaknya kembali kata per kata. Yang pasti, saya kembali terbawa di dalamnya. Dan saya cuma ingin berbagi kepada orang yang memang bisa membaca-bukan-hanya-membaca puisi ini. Mungkin kamu. Atau dia. Mari kita sama-sama belajar 'membaca'.
Apalagi kalau sambil dengar lagu ini.. hiks! Sunday, April 23, 2006
Si Madam Nokiyah Merah
Percaya nggak kalau sebagian isi hidup kita ada di dalam HP? Betapa HP bisa mengontrol kehidupan kita. Mungkin sebagian dari kalian spontan menyatakan tidak. Tapi percayalah (pliiz..) Bunda sudah mengalaminya sendiri. Dan rasanya? Yiiiaaaiiiksss... teramat sangat tragis dan menyedihkan (dalam arti sesungguhnya!). Begini ceritanya..
Sabtu, 22 April 2006. 08.00 am (suara hiruk-pikuk rutinitas pagi di dalam rumah) Ayah bersiap2 berangkat kantor (Sabtu gitu lho! Hiks), Bunda menjerang air di teko untuk "Ayah, pulang sore. Acara Bunda apa hari ini?" "Bunda mau ketemu Tia di Orchard. Mau beliin mixer pesanan Nana. Biar sekalian Tia bawa ke aptnya." "OK. Hati2 ya." "Siip.." Ayah berangkat kerja. Bunda menyelesaikan pekerjaan pagi. Anak2 masih sibuk di depan TV. Tapi mereka sudah siap semua. "Bundaaa.. mandiiiii...cepeeeet..." Syifa sekarang udah bisa 'merintah' Bundanya untuk mandi lho. Apalagi kalau dia tau kami akan pergi. Setengah terbirit2 Bunda menuruti perintahnya sebelum terdengar teriakan kedua. 10.00 am ![]() Balik lagi? Aduuuh.. males banget deh. Udah sampe sini gitu lho. Bawa anak2 pula. Repoooooot. Maju terus? Nekad? Hmmm.. Bismillah deh. Ntar sampe di Sembawang tinggal telpon Ayah untuk telpon Tante Tia. Lalu Bunda naik kereta sambil sesekali menyesali diri kenapa bisa sampe lupa bawa HP. Suatu hal yang belum pernah terjadi. Sambil mikir, betapa sebagian hidup Bunda tergantung HP itu. Kok bisa? Ya iyalaaah.. coba deh. Di Singapura ini, nomer telpon yang Bunda hafal... iya h-a-f-a-l luar kepala cuma nomer telpon rumah sama nomer HP Ayah. Selainnya? Sama sekali nggak! Tante Wiwid yang hampir tiap hari smsan atau ngobrol di telpon juga gak pernah Bunda hafalin nomernya. Tante Hany? Tante Mela? Oh nooo.. sekian banyak teman2ku di sini, gak ada satu pun yang Bunda inget nomer telpon rumah atau HPnya. Semua memory ada di HP itu. Bahkan alamat pun kadang Bunda tulis atau simpan di messagenya. Mau telpon siapa aja tinggal pencet2 atau ketik2 namanya, kan? Jadi untuk apa dihafal2? Tragis banget kan? Sekarang baru sadar. Coba kalau ada apa2 gimana? Wuiiih ... menyeramkan! 10.30 am Sampai di MRT Sembawang, langsung cari koin untuk telpon Ayah. Baru ngeh, hampir setahun tinggal di Singapura, baru kali ini make telpon umum untuk ngehubungin seseorang. Dan baru tau kalau kita cukup pake koin 10 cents, karena kalau kita masukin $1 atau 50 cents, gak akan dikembaliin walau kita cuma pakai sebentar. Hihihi.. stupid banget deh ih. Gak lama sudah tersambung ke nomer Ayah. Ngomong singkat tapi harus jelas. "Ayah? HP Bunda ketinggalan di rumah. Padahal Bunda udah janjian sama Tia mo ketemuan di Orchard siang ini. Tapi tadi Bunda sempat sms ke dia untuk nunggu kabar dari Bunda jam berapa ketemuannya. Jadi Ayah tolong sms atau telpon Tia, bilang Bunda tunggu dia di taxi stand depan Lucky Plaza jam 12 teng! OK?" Sip. Untung Ayah masih punya nomer HP Tante Tia. Jadi so far masalah bisa diatasi. Bunda masuk ke Poon Huat untuk belanja bahan2 kue pesanan Tante Coni. Gak sampe 30 menit kemudian, kami semua udah di MRT menuju Orchard. 11.20 am ![]() 11.55 am Kita udah berdiri di depan taxi stand Lucky Plaza. Kok gak ada tanda-tanda keberadaan Tante Tia di sana ya? Mata Bunda muter-muter ke sana ke mari. Mencari sosok blio. Ih, kok gak ada ya? Masih di jalan kali ya? Eh, itu ada telpon umum. Untung masih punya beberapa koin 10 cents. Coba telpon Ayah lagi deh. "Ayah, tadi udah telpon Tia kan?" "Naaah itu dia.. HPnya gak aktif. Ditelfon mailbox terus. Di SMS juga pending. Jadi gimana?" *pingsan sekejap* "Waduh, gimana ya? Dia pasti pake nomer Starhubnya yang baru. Ayah cuma punya nomer Matrixnya ya? Duh, ini mixer udah Bunda beli. Apa harus Bunda bawa pulang?" "Suruh kirim ke apt Tia aja, Bun. Ayah masih ada catetan alamatnya." "Tapi mereka gak bisa anter hari ini. Besok juga libur deliverynya. Jadi paling hari Senin. Riskan banget. Tia kan udah mau pulang. Coba Ayah telfon informasi untuk cari nomer telpon aptnya Tia, pake alamatnya aja. Bunda telfon Ayah lima menit lagi ya.." Zidan kelihatan bingung ngeliat Bundanya bingung. Duh, matanya itu lho. Hehehe. "Are you OK, Mom?" "Hmm.. it's fine. I'm OK, Honey." lima menit kemudian.. "Gimana Yah?" "Gak dikasih, katanya it's confidential." "Hmmm.. coba Ayah cari dia di Y!M, idnya.. tia*****ko@yahoo.com. Bunda telfon Ayah lima menit lagi ya..." gak sampe lima menit kemudian.. "Gimana Yah?" "Gak bisa Bun. Gak ada respon. Gak online, kayaknya." *kaku seketika* "Ya udah lah, mau gimana lagi, terpaksa mixer ini Bunda bawa. OK deh, Bunda pulang aja sekarang." "Ya udah, hati2 ya." Klik. "Kita pulang Bun?" "Ya, kita pulang sekarang." "Gak jadi beli mainan Abang dong...?" "Hmmm.. next week ya Sayang. Mainannya gak ke mana2 kan?" "OK, Mom..." Duh, maafkan Bunda ya Sayang. Ini semua di luar rencana kita semula. empat puluh lima menit kemudian... "Ayah, Bunda udah di rumah." "Iya, Tia barusan sms Ayah. Rupanya dia pake nomer Singapur. Jadi Matrixnya emang gak aktif. Ayah udah telfon dia kasih tau kejadiannya tadi. Coba Bunda telfon dia lagi." "OK.." Pencet nomer telfon Tante Tia...82069xxx.. "Tiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..... Huhuhu..." ............. ............. ............. ............. "Ya ampuun! Pantesaaan! Ya udah lah Teh. Kita janjian besok aja." "OK deh, besok jam sebelas di MRT Jurong East ya." "OK... daaag." Klik. SMS ke nomer Tante Nana... +62816480xxxx "Nanaaaaa... bla bla bla..." ![]() "Bun..." Zidan mendekat, duduk di samping Bunda. "Hmmm...?" "Besok-besok jangan ketinggalan lagi HPnya ya..." "Hehehe. Iyaaaaa.... Maafin Bunda yaa..." Saturday, April 22, 2006
Malem Minggu nih...
"Neng ... jalan-jalan yuuukk..
kemana kek, nonton pelem kek, makan bakso kek, nyang penting kita jalan deh yuk.. bosen nih di rumah mulu.." "iye deh, Bang.. tapi gak mo jalan kaki lo yeee.." ![]() ![]() catatan: foto diperagakan oleh model amatir : Syifa dan Adam, kalo ada kesamaan ataw kecemburuan yang terjadi akibat foto ini, sumpe deh, di luar tanggung jawab penerbit. ps: untuk Buna dan Haifa, jangan cemburu yaaa, ini kan cuma model peraga akan kerinduan kencan malam Minggu.. hehehe.. sebenernya yang pengen kencan nih emaknya kayaknya.. hahahaha.. Friday, April 21, 2006
Ibu Kartini di mata Zidan.
![]() Putri sejati Putri Indonesia Harum namanya.. Kalo denger atau baca tentang Hari Kartini apa sih yang kebayang duluan? Kalau Bunda sih langsung inget jaman2 SD, SMP dulu, lomba kebaya Kartini, lomba masak, lomba apa lah yang standar-standar gitu deh. Pernah kok dipaksa ikut lomba pake kebaya a la Kartini waktu SMP kelas 1, padahal rambutku waktu itu cepak youngen gitu (oops, masih ada gak sih gaya ini?) asli gak mungkin banget kan, akhirnya cuma nemplok doang tuh konde. Untung gak menang! Kalo menang kan kasian Bu Kartini. Masak disandingi sama cewek tomboy begitu. Yaela, gak mecing abis! ![]() Eh, tiba-tiba jadi mikir nih, di sini ada gak ya sosok perempuan kebanggaan nasional seterkenal Ibu Kartini? Kalau ada, siapa ya namanya? Rasnya apa? Ah, aku mesti banyak tanya nih sama ibu2 yang udah lebih lama tinggal di sini. Ketik-ketik soal Ibu Kartini, wajib gak sih 'ngenalin' blio ke Zidan dan Syifa? Ya pasti banyak yang bilang wajib, tapi apa alasannya? Supaya tetap harum namanya? Supaya sejarah nggak pudar? Lah di negara kita sejarah bisa 'diciptakan' bukan? Apa yang terjadi sesungguhnya bisa diputar balikkan, bukan? Inget gak kita pernah belajar PSPB.. Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa. OMG! Bete banget kalau mesti inget itu. Mesti hafalin tanggal dan tahun tentang ini dan itu. Yang sekarang, boro-boro kepake, keinget aja nggak. Sejarah itu kan penting, Bun! Iya.. iya.. bener. Tapi sejarah yang otentik dan didukung bukti dan saksi yang jelas. Ah sutralah, kok jadi ngomongin sejarah, ntar dibaca sama Pak Sugianto, guru Sejarahku waktu kelas I di SMPN 2, Balikpapan, jadi malu, karena nilai sejarahku gak pernah kurang dari angka sembilan. Wayau! Katanya gak suka, kok dapet bagus terus? Tergantung gurunya dong, karena begitu kelas II SMP, gak pernah dapet sembilan lagi kok sejak yang ngajar itu bener2 udah 'bersejarah' banget. Hihihi. Dosa gak sih ngomongin guru? Maafin ya Bu.... keceplosan barusan. Kembali ke soal Zidan dan Syifa, agak2 takut juga sih kalau nasionalisme mereka jadi tipis sejak pindah ke sini. Soalnya kalau disebut kata Jakarta, pikiran Zidan cuma ke Pasar Prumpung di daerah Pedati, ByPass, tempat jual mainan yang murah2 itu lho. Gawat banget kan! Apalagi Syifa, yang bisa dibilang belum ngerti macem2. Apa aja yang dicekokin ke otaknya ya itu yang diinget. Berhubung tahun ini Bunda jadi juri di Lomba Masak Virtual II dalam rangka Hari Kartini yang diselenggarain sama Blogfam, jadi dari kemaren Bunda lumayan sibuk nyatetin dan datang2in blog para peserta untuk ngecek banner, de el el. Lombanya pas tanggal 21 April 2006. Jadi lagi sering2nya manteng di depan PC, sambil main sama anak2 juga, dan ngurusin kerjaan rumah, tetep. ![]() "Itu foto siapa, Bun?"Gubrak! ps: doakan aku sukses jadi juri yang amanah ya... no KKN getoh! semua foto2 hasil googling. Thursday, April 20, 2006
Serupa tapi (pasti) tak sama
Kemaren Tante Misa nanya apa Bunda bikin blog lain lagi untuk anak2 selain blog ini.. Bunda bilang nggak, cuma ini aja, kalaupun ada ya blognya dapur ama MP.
Terus Tante Misa cerita, kalau ada blog lain di blogspot yang pake nama zidan syifa cuma bedanya dia di tengahnya dipakein titik. Jadi begini : Wow! What a coincidence! Jadi pengen kenal sama orangtua yang punya anak Zidan dan Syifa juga. Selama ini cuma taunya Tante Irma yang punya Syifa juga, atau Tante Ida yang punya Zidan juga. Kalau yang punya blog di atas itu pas baca di sini, kenalan dong.. ;) Sunday, April 16, 2006
Celoteh Dua Anak Manusia.. (apa seeeh?)
![]() Awalnya kaget juga, karena sekarang dia sudah bisa ngomong dengan jelas lebih dari sepuluh kata dalam satu kalimat. Tapi lama-lama hal2 itu malah Bunda tunggu2. Kadang Bunda pancing2 dia terus untuk bercerita lebih panjang, lebih lama. Wuiih asyik bener, baru kerasa ada dua cewek di rumah ini. Eh sebenernya nggak juga deng, karena Zidan cerewetnya ngalah2in cewek2 yang lain lho. Hihihi. Waktu Bunda lagi buat kue pesanan orang, dia pasti komentar, "Bikin apa Bunda? Kue apa Bunda? Untuk ciyapa Bunda? Untuk owang ya? Kakak minta boyeh ya? Boyeh kan?" Tuh, panjang kan pertanyaannya. Suatu hari, Syifa merasa dia nggak setuju dengan daster pilihan Bunda yang dipakaikan malam itu. Tanpa diduga-duga dia protes sepihak, "Kakak nggak mau baju ini, Bunda." Coba ya itu, masak baju ada istilah basi? Mungkin kalau udah teenager nanti dia akan bilang, "Ih Bunda basi banget deh.." Hahaha. Hal2 yang Bunda catat sebagai 'berita baru' adalah beberapa sound dan kata yang sekarang begitu jelas diucapkan Syifa. Misalnya, gini.. "Bundaaaaaaa... Kakak mau makan dooongggg...!" atau, "Abaaaannngggg..... Abannngggg Zidannnnn.." Dengan penekanan yang dalam pada setiap akhiran ng dan akhiran n. Lucu kedengerannya. Tapi dia mah biasa aja gituh. No expression. Lalu ditambah lagi perbendaharaan lagu, kalau cuma Peter Pan doang sih, dia udah jago bener. Luar kepala gitu lho. Gak heran deh, kalau sambil mandi lagu yang dia nyanyiin adalah, "Kaw ancukan hakiku, ancukan wagi, kaw ancukan hakikuuuuu..." atau "Aku menyunggumuuuu..." atau "Ada apa dengangmuuuu..." tapi sekarang tiba2 ganti jadi, "Aku, diyimuu, diyinyaaa... " Wah kok jadi ganti ke Kahitna, Kak? Hihihi. Ntar Bunda kasih tau Oom Yovie ya, fans Kahitna udah regenerasi. Nah, rumah Bunda baru kerasa sepiiii (asli sepi!) kalau dua anak itu bobo siang. Kadang Bunda suka celingak celinguk teu puguh, walau banyak yang bisa dikerjain, tetep aja rasanya sepi bener. Walau Y!M Bunda tetap nyala, Album Soulmate-nya Kahitna juga terus 'bernyanyi', tapi beda aja, nggak ada yang bisa ngalahin celotehnya anak dua itu. Bahkan, Zidan aja bisa ngerasain sepinya rumah kalau pas dia gak bobo (atau udah bangun duluan) sementara Syifa masih bobo. Sementara untuk godain atau kilikitik Syifa supaya bangun adalah the big no no kata Bunda. Hehehe. Sampai suatu siang, Zidan udah desperado banget, dan mengeluh sambil hopeless mode on. "Bundaaa.. oh nooo.. Abang gak punya temen niiiiih.....!"Huahuhahahahaha. Asli Bunda sama Ayah ketawa waktu denger itu. Kalau orang lain yang gak tau juntrungannya denger kata2 itu, kan lucu banget. Anak 5 tahun kok udah minta teman hidup. Padahal yang dia maksud itu adalah teman yang hidup, seperti Syifa, bisa diajak berantem, diajak bermain, bukan seperti boneka2 rangers yang dia punya segerobak di kamarnya itu. Dan, nggak perduli ngeliat orangtuanya yang masih cekikikan nggak abis2, Zidan tetap keukeuh pada keinginannya semula, "Abang butuh teman hiduuuup, Buuuun!" Friday, April 14, 2006
Last day..
Minggu, 2 April 2006
Akhirnya.. setelah semua acara kelar. Walau masih kerasa banget capenya. Tapi kami harus pulang. Pulang? Atau pergi? Hmmm.. untuk sekarang ini, kami pake istilah pulang. Karena sekarang rumah kami ya di sana itu. Di pulau kecil, mungil, tapi aman, nyaman, dan penuh dengan kasih sayang dari teman2 terdekat. I miss them.. :) Setelah packing barang2, kami diajak sama Oom Agus untuk makan siang bareng2. Sekalian last minute shopping, ceritanya. Supaya gak terlalu jauh, dan kebetulan tujuan Ayah mau beliin DVD pesanan temannya, jadi kami pilih ITC Kuningan buat jalan2 siang itu. ![]() ![]() Gak kerasa waktu cepeet banget berputar. Kami sudah harus pulang ke rumah kalau gak mau ketinggalan pesawat. Sampai di rumah, Ummi sudah siapkan semua ransum dan perbekalan untuk kami di sana. Nenek dan Kakek Priuk juga sudah datang untuk mengantar kami. Wah, sedihnyaa... rasanya belum cukup menghabiskan waktu dengan keluarga, tahu-tahu sudah harus kembali lagi. Ooops.. ternyata banyak juga makanan yang harus kami bawa. Tiga koper yang kami bawa sebelumnya sudah penuh sesak sampai tidak bisa bernafas tampaknya. O-oow, sepertinya kami harus menambah 'anak' untuk koper-koper itu. Dan... oh no.. harus sampai beranak tiga?? Ckckck.. Gimana kalau overweight? Berapa $$$ musti dibayar? Sms ke Tante Hany, make sure berapa kg yang dijatahin per orangnya utk SQ. Ternyata bener, 20 kg saja! Oh, no.. karena Bunda yakin bawaan ini semua total sudah lebih dari 100 kg!! Ya sudah, kesimpulannya pasrah.com saja lah. Ummi dan Kakek, juga Tante Neng antar kami sampe ke airport. Gak lupa bersay goodbye dengan semua sanak saudara yang masih ada di rumah Ummi, plus sedikit airmata tentunya. Rasanya Bunda pengen teriak, "Aaaaaaarrrrgggh.... masih kuraaaaaaang... " Seandainya bisa extend seminggu. Huhuhu. ![]() "Haaanya cekejap caja ku akan kembayi yagiiii... Acalkan engkau tetaap menantiiiii..." Tuesday, April 11, 2006
The 'April Mop' Party
Sabtu, 1 April 2006
Adzan Subuh belum juga berkumandang, tapi riuh rendah di dapur Ummi sudah terdengar sejak tadi. Ya, ini akan menjadi hari yang sangat melelahkan. Semua sibuk dengan tugasnya masing2. Check list di depan mata, mencoret hal-hal yang sudah dikerjakan dengan sempurna. Tugas terakhir Bunda dan Tante Neng adalah membuat roti jala. Target dari Ummi 1000 buah. *pingsandengansukses* Sempet gak ya? Start jam 9 pagi. Tante Neng nyetak, Bunda ngelipet sambil nyusun dan ngitung di pinggan. Kalau pegal, kita ganti posisi, Bunda nyetak, Tante Neng ngelipet. Setiap kelipatan 50, Tante Neng teriak. "Lima puluh!" atau "Seratus lima puluh!" Hihihi. Asli seru banget deh! Pas Bunda teriak "Dua ratus lima puluh!" Jam sudah menunjukkan angka 10.30 WIB. Ooops.. keknya gak akan kekejar nih angka 1000. Akhirnya tawar menawar terjadi antara Bunda dan Ummi. "Lima ratus aja deh ya Mi.. gak akan kelar nih.." Ummi berpikir keras. "Iya lah Mi, jam 12 keluarga inti udah harus dandan lho Mi." Ummi masih diam berpikir. "Ya Mi ya? Gak akan kurang kok, kan banyak makanan yang lain." Akhirnya Ummi mengangguk, dan kita pun bersorak! Horeeee! Jam 11.00 WIB perias sudah mulai datang. Biarin deh, keluarga Tante Erza dan Pengantinnya aja yang dirias duluan. Pokoknya jam 12 teng! Kita semua harus udah siap dirias. Karena undangan jam 13.00 WIB. Jam 11.15, Oom Agus sudah siap dengan mic-nya. "Empat puluh lima menit lageeee...!!" Teriakannya membuat panik seluruh dapur. Hahaha. Asli semua riuh. Kita sih ketawa ketiwi aja. Serasa lagi lomba di Allez Cuisine-nya Indosiar. Jam 11.30, Oom Agus teriak lagi. "Tiga puluh menit lageeee...!" Ummi udah ngomel. "Hei, jangan bikin Ummi senewen doong." Kita bukannya diem malah tambah ketawa. Sambil tetep nyetak roti jala, Bunda juga makanin roti jala pake gule kambing. Hihihi. Daripada udah keburu dirias ntar, nggak akan sempet makan lagi kan? Aduh, pokoknya hari itu muka kita udah kayak kompor semua deh. Panas. Kayaknya untuk sebulan ke depan Bunda gak akan mau makan roti jala deh. Hahaha. Teng jam 12! Bunda sama Tante Neng menyerahkan tugas kepada yang lain. Kita semua mandi dan siap2 ke tempat ruang rias dan ganti kostum. Bukan.. Bukan kostum Shizuka ataupun Nobita kok. Hehehe. Akhirnya,.. jam 13.00 WIB tepat, pengantin sudah siap di pelaminan. Beberapa undangan sempat tertegun melihat souvenir yang disediakan Tante Erza. Berbagai komen mereka, "Souvenirnya Doraemon?" "Gile ye si Erza masih aja suka Doraemon!" "Hihihi.. lucu amat." "Mbak, boleh minta lima nggak?" Dan kami pun menebarkan sejuta senyum ke setiap tamu. Terimakasih untuk teman2 Bunda yang udah mau sempatin hadir. Aduuuh, kangen udah lama gak ketemu kalian. Tante Wiwid, tengkyu ya. Tamu terjauh nih dari Singapura. Hehehe. Tante Tiwi, Oom Okke, Tante Angie, Oom Isaac, tengkyu yaaa.. Seneng deh, kalian mau sempetin mampir.
Jam 16.00 WIB pengantin sudah ganti kostum. Tapi sampai jam 22.00 tamu masih berdatangan silih berganti. Jam 23.00 kita udah 'tutup warung', sebagian sudah dibungkus2 untuk saudara dan kerabat dekat. Nggak nyangka, 'dagangan' kita hari ini laris maniiiissss... "Neng nikahanmu diundur sampai kita bener2 lupa sama capenya hari ini ya..."Hihihi. Friday, April 07, 2006
Finally... Akad Nikah....
Jum'at 31 Maret 2006 04.00 WIB Hampir semua sudah bangun. Siap2in ini itu. Termasuk masak untuk sarapan pagi keluarga yang akan ikut rombongan ke rumah Tante Erza. Menu pagi ini, gule ayam dan ketupat mini. 05.00 Perias pengantin sudah datang. Oom Agus didandani dengan pakaian adat Jawa. Zidan berkali2 ketawa ngikik ngeliat Oomnya pakai kain. Apalagi pas ngeliat selopnya, putih mute-muter, diledekin terus tuh, "Iih, Oom pake sendal cewek..." Hahaha. Kami, keluarga inti, juga didandani. Ah, belum apa2 Bunda sudah ngerasa kehilangan Oom Agus nih. 06.00 Semua sudah rapi. Keluarga lain juga sudah datang. Kita sarapan bersama. Sambil foto2 sana sini. ![]() klik fotonya untuk memperbesar 07.00 Berangkat ke rumah Tante Erza. Gak terlalu jauh, di samping Univ. Borobudur. 07.30 Rombongan kami sampai di tempat tujuan. Di sana juga sudah siap menyambut kami. Ada sedikit pidato dan acara basa-basi. Hihihi. Terus kami semua masuk ke ruang akad nikah. 08.07 Oom Agus dan Tante Erza resmi jadi suami istri. Oooh, hampir semua yang hadir menitikkan airmata. Hiks, adik Bunda sudah punya istri sekarang... Be a good husband, ya Gus. ![]() klik fotonya untuk memperbesar 09.00 Selesai makan dan berfoto2 kita semua pulang ke rumah. Mulai masak untuk resepsi besok. Ngebuka list yang harus dimasak. OMG! Banyak amaaaaaat. Seperti biasa Bunda kebagian bikin kue2. Ditambah lagi sama Wedding Cake. Ya ampuuun.. deg2an gini! Kalau bikin kue untuk orang lain kok biasa2 aja ya. Hehehe. Nasi putih, Nasi goreng, Sup Kimlo, Ayam panggang, Rendang daging, Sambel goreng kentang ati, Kakap Asam Manis, Bawal Acar Kuning, Steak Lidah Sapi, Asinan Betawi, Kerupuk Udang, Roti Jala+Gule Ayam & Gule Kambing, Sop Jagung, Siomay, Puding Cokelat, Es Kopyor, SnackBar: Lumpia, Risoles, Aneka Tart Potong, DimSum, Aneka buah. Semua bala bantuan sudah dikerahkan. Tugas sudah dibagikan. Semua bertanggung jawab dengan masakannya masing2. Bunda sama Tante Neng kebagian ngurusin perkuehan. Sementara Bunda buat Wedding Cake tiga tingkat, Tante Neng bikin Tart potong. Berhubung undangan sekitar 700 orang, jadi kurang lebih porsi masakan yang dibuat juga sebanyak itu. Ummi bolak balik kontrol kerjaan masing2. "Jangan sampai kurang, jangan sampai kurang.." Wah bener2 deh. 20.10 Wedding cake Bunda baru selesai. Ugh, kalau pakai buttercream pasti udah kelar dari tadi, tapi ini biar rapi Bunda buat pakai fondant. You know, fondant itu kayak megang bayi, salah dikit bisa robek atau patah. Jadi bener2 super duper hati2. Begitu kelar, Tante Erza langsung teriak kenceeeng banget...
Jadi sodara2, malam itu kue ini menginap di kamar mereka. Tidak boleh dikutak kutik. Yang mau liat dikasih jarak 1 meter. Hahaha. Emang nih Tante Erza. Doraemon Mania. Menurut kabar dari Jakarta, sampai hari ini kuenya belum juga dipotong. Hihihi. Sayang kuenya, tau gitu Bunda bikin dari gabus aja isinya ya. Sudahlah Za, diawetkan aja pake air keras, terus dikacain, masukin museum. OK? Hehehe.
bersambung lagi yaaa... Thursday, April 06, 2006
Detik-detik menuju Doraemon Wedding Party
Kamis, 30 Maret 2006.. H-1 Waaaaaaaak! Sudah Kamis! H min satu! Ow.. ow.. lihat tingkat stress di kepala Ummi sudah blinking. Tulit Tulit Tulit! Ayooo.. ayooo.. siapkan check list! Apa yang masih kurang? Tangan Ummi pegang dua HP. Satu urusan A, satu lagi urusan B. Begitu dua2nya bunyi, keder sendiri. Hehehe. Kasian deh Mamaku itu.. Status Bunda masih di rumah Nenek. Jam 7 pagi sudah ditelfon untuk segera pulang. Ya ampuuun, Syifa aja belum bangun. Sarapan baru disiapin sama Nenek. Ayo ngebuuut, Zidan mandi! Ayah mandi! Bunda mandi! Syifa gimana? Biarin, angkut aja langsung ke mobil! Ckckck.. Hebohnya ngalahin penyambutan miss Hebohnian. Hihihi. Beneran nih, Syifa masih merem udah digendong masuk mobil. Sampe di rumah, 'things to do' list udah ditempel di Ambil baju Bunda dan Mama di tukang jahit. ![]() Semua urusan dimulai dengan kecepatan The Flash, salah satu superhero favorit Zidan. O'ow.. di tukang jahit, ada yang kelupaan, kain bawahan yang mau Ummi pake besok ternyata lupa dijahit. Untung Mas Yan langsung janji, dalam 3 jam udah kelar. OK. Di tempat sewa pelaminan juga bikin bete, si ibu yang punya lagi pergi dan blio gak nitipin lembaran kain2 itu ke yang jaga rumah, jadi kita mesti balik lagi sore nanti. Huh. Dari situ langsung cabut ke Jatinegara, ke kios si tukang lumpia, oh noo.. pesanan Ummi kulit lumpia kecil malah dikasih yang besar. Mau protes udah gak mungkin. Ya sudah terpaksa diterima lah. Pengen lirik2 baju dll yang bergantungan di sana tapi inget waktu, inget waktu, gak sempet lagi. Bau siomay dan soto mie favorit Bunda juga melambai2 di hidung. Aduuuuuuh. Merem aja deh merem. ![]() ![]() "Oom, kok jahat banget sih, kenapa Bundanya Abang ditusuk2 begitu? Kalau Bundanya Abang mati gimanaaa?" Wednesday, April 05, 2006
Menuju Doraemon Party.. (3)
Senin, 27 Maret 2006.. H-4
![]() ![]() Selasa, 28 Maret 2006.. H-3 ![]() ![]() ![]() Untuk Tante Yanti, ini Bunda absen ya, foto paling kiri aja ya.. Dari kiri ke kanan, yang lagi peyut-endut itu Tante Fifi, sebelahnya Tante Nana, terus Tante Molly, yang baju biru tua itu Tante Wida, terus Ua Eva, nah yang terakhir baru Bunda. Hafalin ya.. jadi kalau ketemu gak salah colek :D Rabu, 29 Maret 2006.. H-2 Wah, udah semakin dekat nih menuju hari H. Tingkat stress mulai melambung tinggi. Apalagi Ummi. Gak bisa ditoel sedikit langsung melengking. Hihihi. Tante Neng udah pusing banget ngadepinnya. Sutralah hay, namanya juga mau ada big day, harap maklum aja. Ummi kan yang paling dapet tanggung jawab besar. Walau tetep yang ngerjain anak2nya tapi blio punya beban sendiri. Sabar.. sabaaar... Untuk mengurangi tingkat stress di rumah, Bunda minta anterin Ayah cari printilan yang masih kurang. Tante Neng juga ikut. Hahaha. Dia juga stressfull ternyata. ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() bersambung lagi ya... Tuesday, April 04, 2006
Menuju Doraemon Party... (2)
Jumat, 24 Maret 2006 .. H-7
Jumat siang, Bunda jalan sama Tante Neng dan Oom Maul. Cari bahan2 utk persiapan ngajar hari Sabtu. Setelah semua beres, nyempetin mampir ke Pempek 161 di Boulevard Kelapa Gading. Mayyan, bisa makan Pempek Adaan enak, sekalian ama Tekwan, gak lupa beli Kerupuk Ikan dan Lempok Duren. ![]() ![]() Begitu di jalan pulang, dapet kabar dari Ummi, kalau ada paket dari PekanBaru. Waaaah.. Tante Beti bikin surprise nih! Ya ampuuun! Isinya segala macem! Dari Rendang (OK banget nih Bet!), Dodol Duren, Dodol Nanas, Keripik Sanjay (asli enak banget), sampe film2 Islami utk anak2, dan novel2 untuk Bunda. Huaaaaa... makasih ya surprisenya, Beti! ![]() Terus malamnya, pulang kantor, Oom Agus beliin Bunda Pisang Ponti yang lagi ngetop di Jakarta itu lho. Tapi, honestly, rasanya B aja kok. Ini mah bukan pisang goreng tepung, tapi tepung goreng pisang, secara tepungnya 80% lebih dominan dibanding pisangnya. Dan keras euy! Apalagi kalau disimpen sampe besok. Gak sebanding lah sama harganya yang tigarebuperakeun. Mending pisang kalimantan yang di depan Alfamart, gopek tapi nyummy. Atau pisang kalimantan yang di Tanjung Duren. Ah enaknyaaaa.... ![]() Sabtu, 25 Maret 2006 .. H-6 ![]() ![]() ![]() Jam 4 sore Bunda udah berangkat lagi. Janjian sama Jeng Sur alias Tante Hany, di Bakso Charles Rawamangun. Sekalian mau ketemuan sama Rini dan Felly, Ibu2 ISM yang sekarang stay di Jakarta. Aduh senangnya. Sambil makan Bakso Bihun, Siomay sama Es Campur. Jadi inget jaman2 SMP. Hihihi. Maklum dulu Bunda harus ikut atletik di dekat situ hari Minggu pagi. Larinya 10 menit, nongkrong di Charles bisa satu jam. Minggu, 26 Maret 2006.. H-5 Hari ini jadwal lumayan padat merayap. Pagi2 kami sudah berangkat ke Mangga Dua. Niatnya sih mau shopping. Hahaha. Tapi gak bisa, karena tujuan ke sana mau beli Stelan Jas untuk Zidan dan Ibat (keponakan Tante Erza). Kami ber-4 ke sana, Bunda, Ayah, Tante Neng dan Oom Agus. Alhamdulillah langsung dapet Jas untuk mereka, sempet sih ngelirik2 tas2, tapi kok lebih murah di Sing ya? Jadi gak kepengen... *oops,gaksalahnih?* Siangnya kami makan di Pizza Hut. Nothing special. Cuma menghabiskan detik2 terakhir kebersamaan bersama Oom Agus aja. Hehehe. Sekalian pulang, singgah sebentar ke rumah Tante Erza, di sana baru selesai selamatan rupanya, jadi kami dapet nasi kotak, yang langsung disantap di sana, hihihi. Kayak orang kelaperan aja. Hari ini hari terakhir Oom Agus boleh ketemu Tante Erza, besok si Tante udah dipingit, jadi gak boleh kemana2 lagi selain ngantor. Duh keciaaaaan. Sampai di rumah, Zidan langsung disuruh ngepas baju, kalau kesempitan kan bisa langsung dituker lagi. Ternyata nggak lho. Liat deh anak Bunda.. ganteng gak? Hehehe. bersambung dulu Jek... Monday, April 03, 2006
Menuju Doraemon Party.. (1)
![]() Sampai di Changi, ayah langsung ngantri check-in. Bunda temani anak2 yang lari2 ke sana ke mari. Dan... Ya Allah! Prata ketinggalan! Huhuhuhu.... beteee banget! Masih di atas meja! Bunda kok bisa lupa ya? Telfon Kakek minta maaf.. Maaf ya Kek, belum rezeki Kakek, makanya Kakek ke Singapur aja, biar bisa makan prata sepuasnya.. :) ![]() ![]() ![]() Sampai di Jakarta sudah malam. Ummi yang jemput kami, bareng Tante Neng dan Oom Agus. (Oya, Bunda satu pesawat sama Kiki Amelia, inget gak? Itu lho, bintang film anak2 jaman dulu, yang main di Nakalnya Anak2. Habis shopping keknya, karena suaminya bawa kantong berlabel LV di tangan kanan dan kiri sampe kerepotan gitu. Hihihi.) Tiba di rumah Ummi sudah menjelang jam 12 malam. Kami ngobrol di kamar sampai jam dua pagi! Oh nooo.. bisa ditebak, besok paginya teler semuaaa... :D bersambung Jek.. Sunday, April 02, 2006
I'm hooome...!!
![]() Oooh.. nyamannya.. *tariknafaspanjangsambilselonjorinkaki* Gak nyangka ih kangen banget sama 'kandang burung' ini.. Walau badan rasanya remuk redam Yang penting semua urusan kelar Yang paling penting semua happy Yang paling penting banget stok makanan sedia sampai 3-4 hari ke depan Tapi.. Koper yang tadinya tiga biji kenapa dalam seminggu bisa beranak jadi enam ya? Ckckck... Cerita?? Buanyaaaaaaak bangeeeeet...!! Sabar,... to be continued... soon! | ||||||||||||||||||||||
![]() |