About Me

Bunda Zidan & Syifa
Mom with two kids. 32. Tukangjalan. Tukangbelanja. Tukangkue. Tukangroti. Tukangmakan. ;)
YM: inong99
email: inong99@yahoo.com

View my complete profile

Loket Kadeudeuh WSAB
Subscribe with Bloglines

Blog DapurBunda
Blog PuisiBunda

Previous Posts

Archives
Little Break



My Idol 2006


  • Little Chat
    Name :
    Web URL :
    Message :
    :) :( :D :p :(( :)) :x
    Credits
    Design by :


    Community

    Photobucket - Video and Image Hosting

    WSAB

    BlogFam Community

    Indonesian Muslim Blogger

    Blogfam Online Magazine

    Image hosted by Photobucket.com

    Solidaritas untuk anak Indonesia

    IndoSing-Mums


    Powered by Blogger



     Monday, October 03, 2005 
    Menikmati Sakit
    Emang sih, sakit itu nggak enak, apalagi kalau kita punya tanggung jawab besar, terhadap keluarga misalnya, begitu kita sakit sudah pasti kita nggak bisa ngejalanin tanggung jawab kita itu dengan semestinya.

    Alhamdulillah, sementara Bunda terbaring lemah di tempat tidur, Ayah menghandle semuanya dengan sempurna, termasuk urusan dapur. Walau tetap bolak balik tanya ini itu, lucu deh.. Hari ini Ayah bikin macaroni schotel. Sukses lho, Zidan dan Syifa langsung makan. Hehehe.

    "Terimakasih ya Allah, hamba masih diberikan sakit, mudah2an Bunda bisa menjalaninya dengan kesabaran yang luas. Amin."


    MENIKMATI SAKIT

    "Allah tidak menurunkan penyakit, melainkan Dia telah
    menurunkan obatnya."


    Tidaklah Allah menciptakan sesuatu secara sia-sia.
    Pasti ada beribu hikmah di balik segala yang terjadi
    pada diri kita, atau lingkungan kita. Tapi, apa hikmah
    dibalik penyakit yang Allah timpakan kepada manusia?
    Adzabkah?

    Pertama, sehat adalah ujian kesabaran. Hal ini
    sebagaimana sabda Rasulullah Saw, "Sangat menakjubkan
    urusan orang-orang Mukmin itu. Mereka menerima semua
    persoalan hidup sebagai kebaikan baginya. Apabila
    kegembiraan yang diterimanya ia akan bersyukur dan itu
    adalah kebaikan baginya. Dan apabila kepedihan yang
    diterimanya maka ia bersabar dan itupun merupakan
    kebaikan pula baginya."(HR.Muslim).

    Hadits di atas menjelaskan bahwa yang dituntut dari
    kebaikan adalah syukur, sedangkan yang dituntut dari
    kesulitan adalah sabar. Karena kesyukuran adalah tanda
    keimanan, dan kedurhakaan adalah tanda kekufuran.

    Kedua, sakit adalah penggugur dosa-dosa hamba-Nya.
    Penyakit yang diderita seorang hamba menjadi sebab
    diampuninya dosa yang telah dilakukan termasuk
    dosa-dosa setiap anggota tubuh. Rasulullah Saw
    bersabda, "Setiap getaran pembuluh darah dan mata
    adalah karena dosa. Sedangkan yang dihilangkan Allah
    dari perbuatan itu lebih banyak lagi."(HR. Tabrani).

    Ketiga, Orang sakit yang mau bersabar akan mendapatkan
    pahala dan ditulis untuknya bermacam-macam kebaikan
    dan ditinggikan derajatnya. Rasulullah Muhammad Saw
    bersabda, "Tiadalah tertusuk duri atau benda yang
    lebih kecil dari itu pada seorang Muslim, kecuali akan
    ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan
    untuknya satu kesalahan." (HR.Muslim dari Aisyah ra).

    Keempat, masih bagi pengidap sakit yang sabar, selain
    mendapat pahala, ia akan mendapati jalan menuju surga
    yang terbuka lebar.

    Kelima, sebagai timbal baliknya, ia akan selamat dari
    siksa neraka. "Aisyah Ummul Mukminin menerangkan sabda
    Rasulullah Saw bahwasannya sakit karena demam itu akan
    menghindarkan orang Mukmin dari siksa api neraka."
    (HR. Al-Bazzar)

    Keenam, selalu ingat pada Allah. Dalam kondisi sakit
    akan membuat orang merasa benar-benar lemah, tidak
    berdaya sehingga ia akan bersungguh-sungguh memohon
    perlindungan kepada Allah Swt., Dzat yang mungkin
    telah ia lalaikan selama ini. Kepasrahan ini pula yang
    menuntunnya untuk bertobat.
    Ketujuh, selalu mengingat nikmat Allah. Sakit membuat
    orang tahu manfaat sehat. Tidak jarang orang merasakan
    nikmat justru ketika sakit. Begitu banyak nikmat Allah
    yang selama ini lalai untuk ia syukuri. Bagi orang
    yang banyak bersyukur dalam sakit, ia akan memperoleh
    nikmat.

    Kedelapan, pembersihan hati dari penyakit. Pendapat
    Ibnu Qayyim, "Kalau manusia itu tidak pernah mendapat
    cobaan dengan sakit dan pedih, maka ia akan menjadi
    manusia ujub dan takabur. Hatinya menjadi kasar dan
    jiwanya beku. Karenanya, musibah dalam bentuk apapun
    adalah rahmat Allah yang disiramkan kepadanya. Akan
    membersihkan karatan jiwanya dan menyucikan ibadahnya.
    Itulah obat dan penawar kehidupan yang diberikan Allah
    untuk setiap orang beriman. Ketika ia menjadi bersih
    dan suci karena penyakitnya, maka martabatnya diangkat
    dan jiwanya dimuliakan. Pahalanya pun berlimpah-limpah
    apabila penyakit yang menimpa dirinya diterimanya
    dengan sabar dan ridha."

    Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu mengambil
    hikmah dari setiap kejadian yang Allah hamparkan ke
    hadapan kita, baik pahit maupun manis. Amin.

    Sumber: buku "Kado untuk Orang Sakit", karya
    Abdullah bin Ali Al-Ju'aisin/Indah
    posted by  on 7:07 PM 
    5 Comments:
    Blogger eChie said...

    Semoga cepat sembuh ya, dan mohon maaf lahir bathin dari eChie n family
    8:56 PM  
    Anonymous Hany said...

    Mudah2an cepet sembuh, Nong. Maafin aku juga, yah dan met puasa.
    7:18 AM  
    Blogger Riani said...

    betul.. kalo nerima sakit dgn ikhlas pasti banyak pahalanya.
    cepet sembuh ya mbak.. biar bisa balik ke dapur lagi.. hehehe..
    12:44 PM  
    Anonymous Anonymous said...

    smoga segera sembuh ya bu inong...amin. also selamat menjalankan romadhon ini buat bu inong dan keluarga...juga maafkan salah kami yaaa

    *)Iin
    2:00 PM  
    Anonymous Cabe Keriting said...

    Alhamdulillah sudah sembuh ... dan alhamdulillah sudah mendapatkan hikmahnya, iya kan Bun ?
    10:42 AM  

    Post a Comment

    << Home




    Daisypath Ticker