About Me

Bunda Zidan & Syifa
Mom with two kids. 32. Tukangjalan. Tukangbelanja. Tukangkue. Tukangroti. Tukangmakan. ;)
YM: inong99
email: inong99@yahoo.com

View my complete profile

Loket Kadeudeuh WSAB
Subscribe with Bloglines

Blog DapurBunda
Blog PuisiBunda

Previous Posts

Archives
Little Break



My Idol 2006


  • Little Chat
    Name :
    Web URL :
    Message :
    :) :( :D :p :(( :)) :x
    Credits
    Design by :


    Community

    Photobucket - Video and Image Hosting

    WSAB

    BlogFam Community

    Indonesian Muslim Blogger

    Blogfam Online Magazine

    Image hosted by Photobucket.com

    Solidaritas untuk anak Indonesia

    IndoSing-Mums


    Powered by Blogger



     Friday, June 23, 2006 
    My BigBoy Zidan..
    Zidan, seorang anak umur lima tahun lebih, yang punya empati tinggi terhadap orang lain. Salah satunya, saya, ibunya. Mungkin selama ini dia sering memperhatikan ada beberapa pihak yang berlaku tidak baik terhadap saya. Sebagian besar dari bahasa tubuh. Entah itu tatapan mata dari ujung rambut sampai ujung kaki, sampai yang paling terasa adalah perlakuan secara nyata misalnya omongan2 yang terucap atau apalah yang bikin saya menghela nafas panjang. Sedih. Paling saya cuma bisa curhat ke Ayah atau ke teman2 terdekat saja.

    Yang paling sering adalah perlakuan seorang security India bersorban di tempat saya tinggal yang selalu melihat saya dengan sebelah mata. Bahkan kadang tatapan teramat-sangat-merendahkan. Tidak seperti security lainnya yang hormat dan selalu mengucap salam kepada saya setiap saya keluar-masuk gerbang.

    "Morning, Mam..." atau "Good afternoon, Mam..." Begitu ucap para Uncle baik hati setiap kali saya lewat ketika mereka bertugas menjaga gerbang. Tapi tidak dengan bapak yang satu itu. Tatapannya selalu angkuh, lurus ke depan. Awalnya saya berpikir bahwa dia memang bersifat seperti itu, KAKU. Sampai suatu hari saya melihat sendiri bagaimana dia bersikap teramat sangat ramah kepada keluarga India lainnya. Saya melihat dia tertawa lebar! Ah, jadi dia tidak sekaku yang saya kira. Lalu kenapa sampai sekarang dia selalu bersikap sinis seperti itu pada saya? Jawaban yang sebenarnya sudah saya tahu. Pasti dia menyangka saya adalah PRT. Apalagi dia selalu melihat saya menjemput Zidan pulang sekolah, atau membawa2 kantong2 belanjaan ketika saya pulang dari pasar. Komplit deh.

    "Tell him that you are my Mommy, Mom!" Begitu komentar Zidan suatu hari. Dia juga sudah mulai jengah dengan perlakuan orang itu ke ibunya. Terlihat dari sebalnya setiap kali orang itu yang dapat giliran menjaga gerbang ketika kami harus lewat.

    Ada lagi satu ibu dan dua anaknya, yang sangat kebetulan juga bersuku India (no offense untuk yang lain ya.) Setiap hari dari Senin sampai Jumat saya selalu bertemu dia. Karena saya harus menjemput Zidan pulang dari sekolah dan dia harus mengantar anaknya sekolah. Kami selalu berdiri di spot yang sama. Di jam yang sama juga. Dari sekian bulan yang sudah terlewati tidak satupun dia berusaha tersenyum atau setidaknya melihat saya. Selalu berusaha menghindar, lebih tepat lagi menjauh. Seakan saya dan Syifa ini adalah pesakitan yang membawa virus yang teramat sangat menular. Bahkan satu hari ketika kami harus berpapasan di pintu gerbang, dia lebih memilih mundur kembali daripada harus bersentuhan angin ketika jalan di sebelah saya. Ironis bukan? Tadinya saya pikir ini hanya perasaan saya saja. Tapi lama kelamaan saya tahu bahwa pasti dia menganggap saya berbeda level dengannya. Makanya dia bersikap seperti itu. Dan lagi2 Zidan merasakan hal ini. Jangan heran kalau suatu hari melihat Zidan mendelik tajam dengan pandangan tidak sukanya setiap kali melihat Ibu ini melintasi kami.

    Ah, tapi orang2 seperti itu tidak banyak di lingkungan tempat kami tinggal. Bisa dihitung dengan sebelah tangan saja. Selebihnya baik2 saja. Ada Ibu India yang baik hati selalu tersenyum dan mengucap Hello setiap kami berpapasan. Ada Ibu berambut pirang yang juga selalu menegur saya dan Syifa setiap bertemu. Dan beberapa orang lainnya yang setidaknya tidak pernah memperlakukan saya dengan berbeda.

    Tapi Zidan punya pemikiran yang dalam dan berbeda. Dia ternyata begitu mengamati semua yang sudah terjadi. Dan mungkin juga dia menyimak semua curhatan saya ke Ayahnya. Sampai suatu sore semua dia ungkapkan di dalam perbincangan kami,
    "Bunda, malam ini Bunda pergi berdua aja gih sama Ayah."
    "Lho, kita kan memang mau pergi rame2?"
    "Nggak usah, biar Abang dan Kakak di rumah saja sama Ummi."
    "Bener nih?"
    "Iya bener. Tapi ada syaratnya..."
    "Apa syaratnya?"
    "Bunda harus dandan yang cantik banget."
    "Hehehe. Kenapa emang?"
    "Biar Bunda nggak disangka pembantu."

    Dhaaarr! Asli saya kaget banget. Jadi bener, selama ini dia mengamati semua tindakan orang lain ke saya, dan cara saya menyikapi semua itu.

    "Abang nggak mau Bunda terus2an disangka pembantu, Bun. Abang sedih. Bunda kan ibunya Abang."
    Saya berusaha menahan airmata.
    "Kita masih punya waktu Bun, ayo kita pilih tas dan sepatu yang bagus. Abang tau Bunda harus pake baju yang mana."
    Saya rasa airmata saya sudah menggenang. Tapi saya berusaha untuk tetap tersenyum.
    "Jadi gini, nanti Bunda pakai tas banyak di kanan kiri. Terus sepatu yang lain dimasukkan dalam tas aja. Biar orang tau kalau Bunda punya banyak tas dan sepatu. Biar orang tau Bunda have money!" Dia mengungkapkan semuanya dengan menggebu2.
    "Yah masak Bunda pake sekaligus banyak, Bang. Ntar orang2 ketawain Bunda dong."
    "Oh iya ya.. hmmm.. sebentar Abang pikir dulu. Oh iya!" Dia seperti mendapatkan ide. Lalu dia ambil secarik kertas kosong dan sebuah pena. Dia sibuk sekali menggambar dan menuliskan sesuatu.
    "Mom, how to spell MAID?"
    "em-ei-ai-di."
    "OK. Finished. Mom, keep this in your bag. Kalau ada orang yang masih sangka Bunda pembantu, show this to them."
    Penasaran banget. Bunda lihat apa isi kertasnya. Ternyata.... (Ya Allah, anakkuuu.. hiks hiks terharu.com) Di kertas putih itu ada gambar Bunda bawa tas, pakai sepatu tinggi, lalu ada Zidan di sampingnya.
    Ada tulisan :

    Zidan love Mommy. My Mommy is not a maid.

    Dan akhirnya airmata saya jatuh juga.
    posted by  on 10:35 PM 
    49 Comments:
    Anonymous Fanny said...

    salam kenal, bunda...
    subhanallah...salah satu harta yang tak ternilai memang anak2 yang sholeh ya..

    *mau nangis juga..*
    11:36 PM  
    Blogger wenny said...

    Ya allah, bunda. Abang Zidan top banget deh. Aku sampe ikut"an mo nangis nih.
    11:43 PM  
    Anonymous wiwin mama zahra said...

    hiks..hiks..jd terharu :'(
    zidan sayang banget ya sama bunda-nya..alhamdulillah..
    1:07 AM  
    Blogger novira said...

    Alhamdulillah teteh dikaruniai seorg Zidan yg smart dan sholeh..Sabar yah teh..mungkin suatu saat ada hikmahnya..(SUER) aku baca postingan kali ini, bulu kuduk merinding..(terharu ama Zidan)
    1:49 AM  
    Blogger cika said...

    ah zidan, u r so swit deh...gue jadi pengen nangis juga
    ngerti banget ya tuh anak
    1:50 AM  
    Blogger Ophi said...

    huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    zidaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnn
    2:28 AM  
    Blogger Ophi said...

    eh tambahan zidan juga peka yah ibunya suka belanja banyak tas dan sepatunya huahahhahahahha..
    gemes mun teu komen garing hihihi...

    tapi intina mah Abang Zidannnn aku padamuhhhh...
    2:30 AM  
    Blogger TomInta family said...

    Ah Zidaannn.... budak bageur....Alhamdulilah.... Bang jaga Bunda sama Syifa ya....
    Ngiring bingah Nong... ;)
    4:22 AM  
    Blogger ema said...

    aduh zidan..kamu tuh dah ganteng...hatinya baik lagi..mudah2an smpai besar ya sayang mama:)
    4:25 AM  
    Anonymous moeng said...

    masya Allah zidan....duh, ikut terharu...mudah2n istiqomah yah zidan, jadi anak sholeh, kebanggaan ayah dan bunda...aminnn...
    hiks...*nglapin air mata teteh yg udah menggenang* ....
    6:36 AM  
    Anonymous Anonymous said...

    Pake emas segambreng di tangan kanan kiri, sama kerudung prado [bukan Prada], tas prado, jam tangan blingbling [bli di pasar biru juga ada kali, Nong], bedak 3 lapis, gincu merah membara, sepatu tinggi 5 cm.

    Lagian kenapa juga harus ngeliat dgn tatapan lain sama pembokat. Emangnya emangnya mreka bisa ngerjain semuahmuah tanpa pembokat. Fiuuuh... -mengelus jerawat-

    Heran gue, manusia sama manusia aja kok saling merendahkan. Kayak nggak butuh aja. Coba coba cobaa... kalu malem2 kakinya kesiram air panas trus suaminya lagi gak ada di rumah, trus mo minta tolong ma sapa hayooo... kalo bukan sama tetangga yang tertuduh pembokat itu, hayooo...

    Pembokat juga manusiaaaa.....

    Ugh, Zidan gedean dikit pasti udah diganyang tuh! Hehehehe.....

    -menunggu royam-

    barter ama anglo ya,
    saya :D
    7:22 AM  
    Blogger Lia said...

    Ahhh Zidanaaa deudeuh kaseppp! Bahagianya memilikimu Nakkk!! ngiring bagja ka Ibuna.
    8:06 AM  
    Blogger irvan said...

    he...he...he.... hujan emas di negeri orang hujan batu di negeri sendiri.....
    itu baru lingkup sosial... belon lingkup formal dan birokratis lainnya... lewat imigrasi aja, jelas-jelas udah ada WP, masih aja di ributin...

    masak mau ikut-ikutan tukang sate ngamuk-ngamuk ama low level attitude..... ;)

    yeach begitulah, label kita sesuai tempat lahir kita tidak akan bisa berubah lagi...

    ..... takdir kita.....
    9:13 AM  
    Anonymous Anonymous said...

    halo teh inong,
    masya allah, anak sekecil Zidan bs menyelami hati bundanya..top deh zidan..
    sy jd mau nangis neh..bc postingan kl ini...
    9:42 AM  
    Blogger Leony said...

    Teh Inong, tenang... dimanapun kita berada, yang namanya stereotyping tuh memang menyedihkan.

    Waktu saya lagi di GreenBay Wisconsin yang notabene isinya bule leher merah, mereka nyangka saya orang Hmong. Pokoknya bagi mereka, muka asia = Hmong. Orang Hmong itu reputasinya jelek banget di GreenBay karena suka tawuran dan bacok2an. Seorang ibu ibu leher merah pernah kasih saya (maaf) F-word dan melemparkan kotak rokoknya ke mobil saya, padahal dia yang salah krn lupa stop saat ada stop sign.

    Kadang banyak orang yang hidup di dunia terlalu "penuh" dengan dirinya sendiri. Mereka lupa kalau nggak ada orang lain disekitarnya, manusia itu nothing. Salam buat Zidan ya. He's a smart and caring boy.
    10:29 AM  
    Anonymous Dhonatneth said...

    Wakkss, Bahagianya punya anak seperti Zidan, kecil-kecil dah bisa menyelami perasaan ibunda...
    Aniweh, ciayoo yah nong, emang kadang kalo ketemu yg seperti jenis semut item itu bisa bikin bete... dikntr-ku jg ada semut item yang baik, ada jg yang nyebelin gitu... hehehehhe...
    12:52 PM  
    Blogger deenda said...

    hiksss netes aer mataquw bacanya zidah hebat banget :)
    salam kenal wat bunda, zidan & syifa
    1:15 PM  
    Blogger lita uditomo said...

    subhanallah...duh, terharu banget nih aku, bun :(

    Zidan udah 'dewasa' banget yaa..
    3:23 PM  
    Anonymous Maria said...

    Halo Inong, salam kenal ya.
    Seneng ya Zidan luar biasa sayang dan perhatian sama bundanya. Inong sgt beruntung ya.

    Ttg org yg sptnya merendahkan. Ada trick nya. Kita hrs menyapa mereka duluan dan liat matanya walaupun dicuekin. Krn dgn begitu mereka akan sadar kalo kita sama dan sederajat.
    Kalo merekanya cuek, gak apa2 jgn dipikirin, tp kita jgn berhenti bersikap pede dan ramah sama mereka. Krn dgn begitu kita memperlihatkan kalo kita punya value yg sama, plus kita lbh ramah. It is them that have problems, not you... :D

    Ttg perlakuan org sama pembantu. Apa mereka gak pernah mikir kalo org yg jd pembantu itu krn mereka tdk seberuntung yg lain, dan utk hidup mereka hrs bekerja. Pembantu itu kan pekerjaan, bukan title atau attribut org... Jd kenapa dibeda2 in ya? Mungkin kalo keluarga pembantu2 itu kaya dan mampu menyekolahkan mereka, tentu mereka gak akan jd pembantu. Mostly, krn hanya pekerjaan pembantu yg bisa mereka lakukan krn ketidak beruntungan mereka itu.

    Kalaupun Zidan mau nge-bogem org2 itu saya harap hanyalah krn Zidan tdk mau ibunya diperlakukan dgn tdk baik oleh org lain dan bukan krn dia takut ibunya dikira pembantu (krn pembantu kan derajatnya sama.. :D )

    Cheers and Peace...
    5:37 PM  
    Anonymous Fenny said...

    air mataku pun menetes hiiiks..
    aduuuh abang.
    bahagianya ya mbak punya anak yg pengertian kaya' zidan.
    5:55 PM  
    Blogger Wina said...

    Subhanallah..
    seneng sekali punya anak seperti Zidan.. berarti teh inong bener2 berhasil mendidik anaknya :)

    makasih yah teh buat ucapan ultahnya, kuenya manna?? whuehuehuehue
    7:16 PM  
    Blogger Beyond My Destination said...

    Bund... Zidan peka banget yah.. saking sayang banget tuch sama bundanya..

    Emang disini orang2 nya pada diskrimasi gitu ihh.. amits2.. yah
    7:18 PM  
    Blogger emaknya iffah said...

    abaaaaaaaang,tante ellen mau juga dong dibikinin tulisan:
    " tante ellen is not a maid " :)

    ah,tapi biarlah,bang..
    maid juga manusia..dan orang2 yang memandang rendah pada kita belum tentu lebih baik dari kita..hihihi
    jadi..beliin bunda LV,bang ;)
    9:01 PM  
    Anonymous mamanya ayra_alby said...

    aaabbbaaaaaaanggg...zidaaaannnnnn, air mata manya ngambang..niii..., jempol sekali kamu, nakk...selalu begitu yaa..ama bunda dan syifa... :)

    buat bunda, jgn sedih lagi yaa..bun, kasihan orang itu..mungkin selama ini dia jg sering dibeda2in...jadinya begitu...

    berbahagialah bunda, punya ksatria sejati.., cup buat abang Zidan dan Syifa..
    10:32 PM  
    Blogger retma-haripahargio said...

    Abang Zidaaaaaaaannn.... dirimuh selalu membuat diriku terharu. Hikz... hikz...
    Subhanallah... ya Bun. Dikarunia anak kek Zidan. **hugs**
    10:39 PM  
    Anonymous Misa said...

    Bun, gak sangka si Abang ampe segitunya peka and ngerti...

    emang sebagai Orang Indonesia yang berkulit brown-tends-to-dark yang tinggal disini emang serba salah...

    # Kalo gak dandan, disangka PRT...

    # Kalo dandan (tipis2),
    - banyak yang ngeliatin
    - ditegor ama orang gak dikenal(pasti dikit lagi nawar tawar deh..sebel..bawaanya pengen gw kasih bogem mentah tuuh muka..)

    masak mesti pura2 jadi ibu2 pejabat siyy ...??..hihihi.. gak kuku deh ikke..
    11:44 PM  
    Blogger dian mercury said...

    aku baru nyadar....dulu waktu di sg, gak tau tetangga hihihi....yg paling sering ketemu sih, maid lg nyuci mobil di parkiran bawah apt.kalo orang indo,aku semangat 45 negur. dulu di park oasis juga banyak maid indo yg sering ngerumpi bhs jawa. sering aku ikutan nimbrung...woi ngerumpi ya ??soale aku tak paham bhs jawa

    muka satpam di gerbang depan juga gak pernah liat, abis mataku lurus mulu. drpd sakit mata kakakak...tapi aku penasaran, kenapa yak itu satpam keling, selalu kaku ? sini aku tanyain, nong.
    12:47 AM  
    Blogger Jeng Ungu said...

    duh Zidan... tante yulie kasih acungan jempol yg palink gede, TOP BANGED!!

    hiks pengen nangis juga nong, nangis sebel sama terharu

    ayukk mana tuh security!! gua samperin!! pengen kujutekin!! *keluar deh gaya premannya*
    7:26 AM  
    Anonymous ninit said...

    waaaa... menyebalkan sekali orang-orang itu...

    zidan hebat ya teh... pasti bangga banget jadi ibunya :)
    11:25 AM  
    Blogger ibu aci said...

    tante astri nangis nih, bang...... disyukuri aja apa yg kita punya ya mbak, org2 begitu sih kelaut ajeeee......ga' jaman !!
    5:00 PM  
    Blogger Lia said...

    Zidan baik banget... jadi ngiri deh..coba yah kalau anak aku ngerti kayak zidan gitu hiks....zidan huabaaaaat...acung tangan.... tp jadi terharu juga.. mbak inong memang singaporean kebanyakan diskriminatif dan menilai orang dr segi penampilan...kalau ketemu cuekin aja deh...masa bodoh,kalau aku ketemu orang kayak gitu heuh pasang muka angkuh aja..abis kadang aku juga gitu sih, ketemu tetangga di senyumin eeeh bukannya di balas malah di cuekin ...
    6:09 PM  
    Blogger hotma said...

    Huaaaa... ikutan nangis niy Bun... terharu mode on
    8:56 AM  
    Blogger Bunda Faikar said...

    Walau baru 5 tahun Abang Zidan sudah bisa jadi bodyguardnya bunda ya...hebat banget...dan Ide dari Abang Zidan Ok juga tuh....
    Tapi penyakit orang orang dari negara berkembang emang gitu kok, malah orang dari negara maju biasanya lebih menghargai manusia menurut gw....
    Contoh dinegeri sendiri aja deh...coba ke PI mall terus kita nggak dandan gitu, pasti deh para SPG nya jutek ngeliat kita kalo megang megang barang dagangannya...
    aku aja nih di jepang, baju sekenanya masuk takashimaya juga dihargai masih disenyumi dilayani walau aku juga nggak sangggup beli sih hahaha....

    Ternyata disingapura parah juga ya...udah beberapa kali bunda Inong posting yang kayak gini ya nggak bun?
    aku dulu punya temen malaysia juga bikin jengkel masa waktu pertama kali kenal ama dia setelah tau gw orang indonesia langsung bilang gini, " o dari indon ya,...maid saya juga dari Indon ...(apa coba ...mbok ya indonesia gitu emang susah apa tinggal ditambah esia aja...eh kok jadi curhat juga ya...)
    9:56 AM  
    Blogger ~ Bunda ShafaHafiz ~ said...

    huhuhu, speechless nih bun,insyaAllah selalu dikuatkan akan hal2 spt ini ya bun ...

    abang zidan, salut !!!
    10:56 AM  
    Anonymous Anonymous said...

    Abang Zidaan...nggak salah kan bun kalo saya ngefans Zidan...
    ya ampun abang ini...gak bisaa ngomong saya bun...
    saya baca di kantor ni bun... ikutan nangis baca nya....
    Abang...jagain Bunda yaa
    11:18 AM  
    Blogger Mama Zaza said...

    bun...terharu deh, abang meni ga terima gitu bun.
    coba atuh kalo ketemu lagi, bunda bawa aja gada berpaku tea bun, ikutan geuleuh nih..
    12:05 PM  
    Anonymous yanti said...

    sedih ya, masih banyak orang yang diskriminatif sama profesi orang gitu. kalopun emang kerjanya jadi PRT, emang KENAPA???? :(
    12:21 PM  
    Anonymous Ewi said...

    Masya Allah ... sampai kaya'gitu ya pelecehan sekali..
    Udah deh bunda Zidan suruh aja sisekuriti lomba menembak dg keahliannya melihat sebelah mata itu di tanggung deh..biar ketembak.. hhh gerram
    Oh ya Zidan yang halus budi, dijaga ya Bundanya....dan sifat yg baik itu dipertahankan sampai gede
    2:35 PM  
    Blogger nYam said...

    terharu bacanya...ko gitu ya mereka? lagian, PRT atau bukan, emang urusan mereka gitu? sama-sama manusia ini...kok aku jadi ikutan panas yah?

    *peluk zidan*
    3:33 PM  
    Blogger keluarga traa said...

    tsjaa.. sedih juga bacanya. bun, kayaknya dimana2 orang2 itu sama ya. di indo jg kl kita ndak ndak keren, org ngeliat sebelah mata banged. cuma kl kita tinggal di luar negeri, kerasa banged ya dan sedihnya jd berlipat2.

    pesan boleh ya bun, jng sampe kita ngeladeni tuh jin iprit bodoh tolol itu. anggap aja dia gak ada, dan jalan tegak, tunjukkan dignity kita sebagai perempuan indonesia yang punya harga diri.

    salam buat zidan. anak baik, bisa jaga umminya...
    4:50 PM  
    Blogger ine sena said...

    duu teteh... terharu jadina...
    selamet ya teh...
    4:51 PM  
    Blogger Rani said...

    zidan kamu baik banget deh sama bunda ... dijaga ya bundanya baik-baik.. biarpun bunda itu seorang maid juga engga apa-apa, kan maid juga pekerjaan halal... yang salah ya orang-orang yang anggap remeh orang lain.. yah begitulah ibu2 di rantau memang kita ini merangkap maid di rumah sendiri dan bangga dengan kenyataan itu
    5:01 PM  
    Blogger ubikan said...

    Duhh Zidan, anak umur 5 taon kok pinter banget yahh, Bun..

    Kok sengat ama sihh sekuriti si india ituh. Ahh cuekin ajah, Bun, jangan dimasukin di hati yahh ...
    8:19 PM  
    Blogger Dini said...

    subhanallah... pinternya Zidan... :)
    Pasti bangga banget deh ama Zidan ya bunda...
    :)
    10:45 AM  
    Blogger sefawkes said...

    haree geneee???? ugh gemes gw bacanya nong...tunggu ampe si merah dateng "masihindentyachbun?" ato kalo abang udah gedean dikit..bisa2 tu nehi2 kuch2 hota hae sampe ke marina...ato, timpuk pake anglo aja bun..."masihgemesabiess"
    12:13 PM  
    Blogger Shendy said...

    ya ampun, nyebelin bgt ya tu indihe! Jadi esmosi neh.. bukan cuma dirimu aja koq mbak yang mengalami dinista2 sama "mrk", dlm lingkungan kerjaku jg yang namanya "juragan acha-acha" itu selalu merendahkan org indonesia, gag peduli org indonesia mo pake mobil mercy dan dia naik taksi, teuteup aja dia suka sok pinter, sok kasta lebih tinggi, dst..dst..
    (ngetiknya sambil marah neh :D peace..)

    Beruntung banget ada Zidan, pelipur lara nan ganteng ya! Hidup Zidan!
    5:14 PM  
    Blogger VaNYa said...

    Aku menangis bacanyaaaaaaa
    7:04 PM  
    Blogger silvy nugroho said...

    Subhanallah bunda...punya putra spt zidan...ampe nangis aku baca postingan yg ini...menyentuh banget...
    8:05 AM  
    Anonymous bunda ira said...

    tulisan terindah n mengharukan banget..
    bener2 mengharubiru...

    alhamdullillah, anugrah yang terindah telah dititipkan ke bunda inong..

    btw,
    bun..anakku 2 cewek lo..he2..
    1:22 AM  

    Post a Comment

    << Home




    Daisypath Ticker